Ramadan Bersama Asmaul Husna (8)

Foto: similarpng.com

AL-MAWLA

Oleh: Dr. Izza Rahman, M.A. (Dosen di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka/UHAMKA Jakarta)

Wa’fu ‘anna waghfir lana warhamna, anta mawlana fanshurna ‘alal-qawmil-kafirin. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.

Hidup manusia dibayangi bahaya dan bencana. Manusia membutuhkan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan. Manusia memerlukan Tuhan yang dapat memberi perlindungan terbaik, yang membantunya hidup sejahtera dan tenteram.

Allah adalah Sang Tuan, Penguasa seluruh alam, Pemilik semua makhluk. Dialah yang menguasai manusia dalam pengertian yang sebenarnya. Manusia yang disebut sebagai tuan bukanlah tuan hakiki. Semua manusia adalah milik-Nya, dan akan dikembalikan kepada-Nya. Allah saja yang patut disembah dan dipertuankan.

BACA:

Ramadan Bersama Asmaul Husna (7)

Ramadan Bersama Asmaul Husna (6)

Ramadan Bersama Asmaul Husna (5)

Allah adalah Sang Pelindung. Allah adalah satu-satunya yang pada hakikatnya dapat memberikan perlindungan, bantuan atau pertolongan. Perlindungan hakiki, dan perlindungan terbaik, hanya Allah yang memberi. Seluruh perlindungan hakikatnya bersumber dari Allah. Dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Allah saja yang patut dimintai perlindungan dan pertolongan.

Allah adalah pelindung orang beriman. Allah memberikan perlindungan-khusus kepada orang yang beriman, taat, dan bertakwa; di dunia maupun di akhirat. Hamba beriman akan memurnikan ibadah dan tawakal hanya kepada Allah, serta optimis dan meyakini adanya perlindungan Allah tatkala berpegang teguh pada agama-Nya. Siapa yang Allah lindungi, maka akan merdeka, dan tak akan celaka.

BACA JUGA:

Ramadan Bersama Asmaul Husna (4)

Ramadan Bersama Asmaul Husna (3)

Ramadan Bersama Asmaul Husna (2)

Seseorang yang menyadari kedudukannya sebagai hamba dari al-Mawla, tumbuh menjadi pribadi yang membuat orang lain aman dan nyaman. Ia tidak mengganggu, mengancam, membahayakan, mencelakai, apalagi memperbudak orang lain. Ia bersikap rendah hati dan mengayomi.

[RAN]

2 thoughts on “Ramadan Bersama Asmaul Husna (8)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *