Masykuri Abdillah: Fikih Politik Harus Kontekstual, Bentuk Negara Bukan Doktrin yang Beku

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Masykuri Abdillah menegaskan bahwa fikih politik harus ditempatkan sebagai wilayah ijtihad yang terbuka terhadap perubahan. Islam memberikan prinsip dan nilai dasar dalam kehidupan politik, tetapi tidak menetapkan satu bentuk negara yang wajib diberlakukan secara seragam di seluruh masyarakat Muslim. Pandangan itu disampaikan Masykuri saat memaparkan…

Read More

Naluri Takabur; Perasaan Terancam dan Tipuan Diri

Oleh: Noryamin Aini (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta) “Langit tidak perlu menjelaskan ketinggian dan keistimewaannya, karena semuanya nyata dan hakiki” Ini kisah tentang sosok John Patrick McEnroe, Jr. Ia adalah salah satu legenda tenis profesional USA, terutama di tahun 1980-an. Dia sukses meraih banyak tropi juara; (1) tujuh tropi tunggal putera…

Read More

Merayakan Perasaan Kekurangan

Oleh: Noryamin Aini (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta) Tidak ada rekam jejak hidup seseorang yang serba sempurna, perfect. Adalah kodrati bahwa setiap orang memiliki kekurangan. Inilah rumus kehidupan. Tetapi, kekurangan tidak untuk disesali, apalagi dibenci. Duka kita tidak boleh terlilit petaka dan dosa masa lalu. Biarlah kekurangan menjadi bagian hidup yang sejatinya…

Read More

Kebutuhan versus Keinginan

Oleh Noryamin Aini (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta) Saya beruntung pada tahun 2007 dan 2009 diajak menjadi anggota the Indonesian Delegates for Indonesian-Norwegian Dialog on Human Rights, di Oslo, Norwegia. Acara dialog bilateral ini diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Norwegia.  Di sela-sela waktu padat dan sibuk kegiatan dialog bilateral ini, di tahun…

Read More

Etika Buruk Kaum “Bangsawan”

Oleh: Noryamin Aini (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta) Ya. Ini sarkasme bangsawan, yaitu bangsa yang biasa hidup di awan, yang biasa hidup melangit tanpa keprihatinan dan kerendahan hati. Masih saja ada orang yang menyebut-nyebut kelas sosial leluhur dan keluarga untuk mem-backing aksi arogansinya. Petuah luhur mengajarkan bahwa “Kita tidak menjadi terhormat hanya…

Read More