Connect with us

Pendidikan Islam

Pentingnya Belajar Agama Islam Secara Talaqqi

Sebab belajar agama tanpa wasilah alias perantara guru yang bersanad jelas, bak sambungan listrik yang tak sesuai aturan. Walhasil, bakal berpotensi terjadinya arus pendek alias korsleting listrik.

[TANGSEL, MASJIDUNA] — Mempelajari agama Islam bagi seorang muslim merupakan sebuah kewajiban. Mendapatkan ilmu dari seorang guru yang memiliki sanad keilmuan  yang menyambung hingga ke Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam alias talaqqi merupakan keutamaan.

Demikian disampaikan Staf Bidang Seksi Bimbingan Masyarakat  (Bimas) Islam Kemterian Agama (Kemenag)  Tangerang Selatan (Tangsel), Budi Heryawan dalam Kajian Rutin Bulanan di Masjid Khodimul Ummah Kantor Kemenag Tangsel, Provinsi Banten, Rabu (12/01/2022) kemarin.

Talaqqi artinya belajar ilmu agama secara langsung kepada guru yang mempunyai kompetensi keagamaan, serta memiliki sanad keilmuan yang nyambung sampai ke Rasulullah Saw melalui para ulama,” ujarnya.

Menurutnya, sanad merupakan bagian dari  agama. Karenanya, bila belajar agama tanpa wasilah alias perantara guru yang bersanad jelas bak sambungan listrik yang tak sesuai aturan. Walhasil, bakal berpotensi terjadinya arus pendek alias korsleting listrik.

Baca juga: Milenial Pendiri Pesantren Gratis Tanpa Biaya di Pesisir Selatan

Baca Juga: Menag Pastikan Bakal Perhatikan Pesantren

Konten keagamaan memang dapat saja dipelajari melalui media sosial. Maklum, seiring perkembangan duunia digital ajang dakwa tak melulu dilakukan secara tatap muka. Namun dakwah pun dapat menggunakan media sosial seperti kanal youtube hingga instagram misalnya.

Namun demikian, cara terbaik mempelajari ilmu agama dengan melaluo talaqqi atauu pertemuan langsung. Dia menggaris bawahi, tak berarti melakukan kajian agama melalui media sosial salah atau kurang tepat.

“Hanya saja kita perlu mengingat bahwa belajar atau mendatangi majelis ilmu secara langsung memiliki nilai berkah dan silaturahmi,”  katanya.

Budi pun mengajak para penyuluh agama agar terus  aktif mengikuti berbagai kajian agama dengan memperdalam berbagai literatur keilmuan agama Islam. Dengan begitu, penyuluh agama memiliki banyak bekal keilmuan dalam menyampaikan ke masyarakat luas.

“Yang perlu diingat, ilmu yang baik adalah yang bermanfaat, bukan hanya yang dihafal. Agar bermanfaat, maka harus diamalkan kepada orang lain dengan arif dan bijak,” tukasnya.

[KHA/foto:bimasislam]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Pendidikan Islam