Connect with us

Hikmah

Bagaimana Hukum Lupa Membaca Bismillah Saat Sembelih Hewan Ternak?

Oleh: H Asep Awaludin , M.Pd. (Pengajar Mapel Pendidikan Agama Islam (PAI)/Dosen Ulumul Hadits di Wonogiri, Jawa Tengah)

[JAKARTA, MASJIDUNA] – Islam mengajarakan adab dalam melakukan hal apapun. Tak terkecuali saat menyembelih hewan ternak. Lalu, bagaimana jika kita lupa mmebaca bismillah saat menyembelih hewan ternak?

Rosululloh SAW merupakan pemimpin yang mengajarkan sikap jujur bila terlupa membaca Basmalah saat menyembelih hewan ternak.

َوَعَنِ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: (; اَلْمُسْلِمُ يَكْفِيهِ اِسْمُهُ, فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يُسَمِّيَ حِينَ يَذْبَحُ, فَلْيُسَمِّ, ثُمَّ لِيَأْكُلْ ); أَخْرَجَهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ, وَفِي إِسْنَادِهِ مُحَمَّدُ بنُ يَزِيدَ بنِ سِنَانٍ, وَهُوَ صَدُوقٌ ضَعِيفُ اَلْحِفْظ

Dari Ibnu Abbas RA bahwa Nabi Shallallaahu `alaihi wa Sallam bersabda: “Orang muslim itu cukup dengan namanya. Bila ia lupa menyebut (nama Allah) ketika menyembelih, hendaknya ia menyebut nama Allah sebelum makan, kemudian memakannya” Riwayat Daruquthni dan dalam sanadnya ada seorang perawi yang lemah hafalannya, bernama Muhammad Ibnu Yazid Ibnu Sinad. Ia seorang yang jujur, namun lemah hafalannya.

Pesan:
Bagaimana jika seorang muslim lupa membaca basmalah ketika menyembelih hewan ternak, apakah hewan sembelihannya menjadi haram?

Sebagian ulama mazhab Hanafi, Maliki, dan Hambali menyatakan membaca basmalah merupakan syarat sah penyembelihan. Sehingga jika tidak diucapkan basmalah baik karena lupa atau sengaja, maka hukum sembelihan menjadi tidak sah.

Dalil yang menjadi dasar pendapat ini adalah Surat Al An’am ayat 121. “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya, sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah kefasikan”.

Sementara itu Imam Syafi’i dan Jumhur ulama (konsensus Ulama) memperbolehkan menyembelih tanpa mengucap basmalah karena men-takhsish (memerinci) ayat dalam Surat Al-An’am ayat 121 di atas dengan hadits berikut. قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ذَبِيحَةُ الْمُسْلِمِ حَلَالٌ ذَكَرَ اسْمَ اللهِ أَوْ لَمْ يَذْكُرْ Rasulullah Saw bersabda: “Sembelihan Muslim halal, dengan menyebut nama Allah (ketika menyembelih) maupun tidak.” (Sunan al-Baihaqi)

Para ulama madzhab Syafi’iyah memiliki pandangan bahwa membaca basmalah bukanlah syarat sahnya penyembelihan, namun hanya sunah dan sifatnya anjuran. Hal ini dijelaskan oleh Ibnu Aabdin dalam kitabnya Hasyiatu Ibnu Aabdin. Menurut dia, dalam pandangan mazhab Syafi’i sembelihan yang tidak didahului dengan pembacaan basmalah hukumnya tetap sah dan hewannya halal dimakan.

Ada tiga alasan dalam pandangan mazhab Syafi’i yang tidak mensyaratkan basmalah sebagai syarat sah penyembelihan.

Alasan pertama, sembelihan yang haram adalah untuk berhala. Imam Syafi’i menafsirkan ayat bahwa tidak disebut nama Allah ditujukan kepada binatang yang disembelih khusus tujuan untuk sesajen kepada berhala.

Alasan kedua, halalnya Sembelihan Ahli Kitab, halalnya sembelihan Ahli Kitab yang disebutkan dengan tegas di dalam surat Al-Maidah ayat 5. وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ Dan sembelihan Ahli Kitab hukumnya halal bagimu. (QS. Al-Maidah : 5) Para Ahli Kitab itu belum tentu membaca basmalah, atau malah sama sekali tidak ada yang membacanya. Namun Al-Quran sendiri yang menegaskan kehalalannya.

Alasan ketiga, Hadits diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah ra. أَنَّ قَوْمًا قَالُوا لِلنَّبِىِّ إِنَّ قَوْمًا يَأْتُونَا بِاللَّحْمِ لاَ نَدْرِى أَذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ أَمْ لاَ فَقَالَ : سَمُّوا عَلَيْهِ أَنْتُمْ وَكُلُوهُ . قَالَتْ وَكَانُوا حَدِيثِى عَهْدٍ بِالْكُفْرِ Ada satu kaum berkata kepada Nabi SAW, “Ada sekelompok orang yang mendatangi kami dengan hasil sembelihan. Kami tidak tahu apakah itu disebut nama Allah ataukah tidak. Nabi SAW mengatakan, “Kalian hendaklah menyebut nama Allah dan makanlah daging tersebut.” ’Aisyah berkata bahwa mereka sebenarnya baru saja masuk Islam. (HR. Abu Dawud)

Inilah indahnya agama Islam, senantiasa memberikan anjuran atas kesempurnaan menyembelih hewan ternak, yaitu dengan membaca basmalah terlebih dahulu. Namun apabila terlupa membaca bismilah hendaklah bersikap jujur, dan dapat disempurnakan sembelihan tersebut dengan anjuran membaca basmalah sebelum memakannya

Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan hidayah dan inayah-Nya kepada kita, keluarga kita, anak keturunan kita dan muslimin semuanya untuk dapat mengambil sikap terbaik saat terlupa membaca basmalah ketika menyembelih dengan membaca basmalah saat hendak memakannya, aamiin ya robbal’aalamiin.

[RAN/Foto: madaninews.id]

5 Comments

5 Comments

  1. Pingback: Binatang Yang Disembelih Bukan Atas Nama Allah Swt Hukumnya – ktudaks

  2. Pingback: Binatang Yang Disembelih Bukan Atas Nama Allah Swt Hukumnya – quarantinecollection

  3. Pingback: Binatang Yang Disembelih Bukan Atas Nama Allah Swt Hukumnya – moveyourcity

  4. Pingback: Binatang Yang Disembelih Bukan Atas Nama Allah Swt Hukumnya – gooutmore

  5. Pingback: Binatang Yang Disembelih Bukan Atas Nama Allah Swt Hukumnya – riopuerco

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Hikmah