Connect with us

Ormas

8 Bulan Pandemi Covid-19 Landa Indonesia, MUI Gencar Sosialisasi Fatwa Pemulasaran Jenazah

[JAKARTA, MASJIDUNA] – Persoalan pemulasaran jenazah pasien Covid-19 masih sering menjadi persoalan di tengah-tengah masyarakat. Padahal, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa tentang persoalan tersebut.

Sejak pandemi Covid-19 melanda Indoensia 8 bulan silam, sejumlah persoalan hukum Islam muncul ke permukaan. Hal ini tidak terlepas persoalan baru yang muncul dikaibtakan pandemi Covid-19 ini. Salah satunya terkait dengan bagaimana cara pemulasaran jenazah pasien Covid-19.

MUI telah mengeluarkan fatwa No 18 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengurusan Jenazah (Tajhiz al-Janai’iz) yang diteken pada 27 Maret 2020 lalu. Sebelumnya, MUI juga mengeluarkan Fatwa MUI No 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Wabah Covid-19 khususnya di poin 7 tentang pengurusan jenazah positif Covid-19.

Kendati demikan, persoalan pemulasaran jenazah pasien Covid-19 masih saja sering terjadi persoalan di lapangan. Oleh karen itu, MUI kembali mensosialisasikan fatwa tersebut agar masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dapat memahami substansi fatwa tersebut.

Untuk menguatkan pemahaman tentang Fatwa tersebut, MUI berencana menggelar Webinar dengan tema “Pemulasaran Jenazah karena Covid-19” yang akan dihadiri oleh H. Zaitun Rasmin Lc MA, (Ketua Satgas Covid-19 MUI Pusat), Dr. KH. Asrorun Ni’am Sholeh, MA (Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat), H. Budi Setiawan (Praktisi Pemulasaran Jenazah), dan Prof. drh. Wiku Bakti Bawono. Adisasmiko, M.Sc., Ph.D (Pakar Epidemologi).

Kegiatan ini akan digelar pada Senin (2/11/2020) melalui platform digital Zoom Meeting pada pukul 08.00 s.d Selesai. Peserta dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan klik pranala sebagai berikut:
https://us02web.zoom.us/j/83879800676?pwd=K0NweWVCQ0R3WlFKaXdQdGg3K21MZz09 atau dengan Meeting ID: 838 7980 0676 Passcode: MUI

[RAN/Foto: Internet]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ormas