Connect with us

Sosok

Mengenang Filsuf Mualaf Prancis Roger Garaudy

[JAKARTA, MASJIDUNA]— Dunia Islam sedang tertuju kepada Prancis. Di negeri ini, Islam sedang jadi sorotan terutama tudingan terorisme oleh Perdana Menteri Macron. Padahal, Prancis adalah negara dengan populasi muslim terbesar di Eropa. Seperti juga komunitas yahudi. Berbicara tentang Prancis dan Islam, ada satu tokoh filsaafat di sana yang namanya dikenang sampai sekarang terutama di lingkungan akademik, yaitu Roger Garaudy. Lelaki kelahiran Marsaille 17 Juli 1913 itu bernama lengkap Jean Charles Garaudy, meninggal pada 13 Juni 2012 dalam usia 99 tahun.

Garaudy adalah sosok yang hidup ketika ideologi-ideologi dunia sedang berperang merebut pengaruh mulai dari Komunisme, Fasisme, hingga kapitalisme. Dia hidup ketika Nazi Jerman menginvasi negara-negara Eropa. Hidup di zaman depresi besar dunia pada 1929.

Garaudy bergabung dengan partai komunis di Prancis untuk melawan Nazi dan fasisme. Sekaligus ikut dalam organisasi Pemuda Kristen Protestan. Tapi kemudian keduanya dia tinggalkan dan memeluk Islam sampai akhir hidupnya.

Gagasan-gagasannya tentang Islam dan barat sangat menarik. Garaudy adalah sosok yang menolak holoaucost atau pembersihan Yahudi oleh Jerman yang membuatnya masuk pengadilan. Klaim kematian 6 juta Yahudi ditolak beradasarkan bukti-bukti yang dia dapatkan.

Garaudy juga menolak gagasan westernisasi terhadap negara-negara timur (Islam) yang dianggapnya bisa merusak. Dalam buku tentang perjalanan relijiusnya yang ditulis oleh Muhsin Al-Mayli (Pergulatan Mencari Islam), tidak mungkin menanamkan model westernisasi tanpa menggunakan kekerasan: yaitu membangun kediktatoran militer dan polisi. Demikian pula dengan model ekonomi, yang dia katakan pertukaran tidak seimbang antara Barat dan Timur, yang akan membawa kepada subordinasi ekonomi dan politik dan kepada pertumbuhan keterbelakangan.


Karena itu, kebangkitan Islam tidak mungkin melalui peniruan (taqlid) baik peniruan terhadap masa lalu kejayaan Islam maupun terhadap Barat. Di sinilah peran ijtihad sangat diperlukan.Kondisi umat Islam di era modern tidak cukup dijawab dengan ijtihad masa lalu. Umat Islam perlu kembali kepada ajaran sejatinya yaitu Al qurand an hadits, dan bukan mengekor kepada kultur dan pemikiran tertentu. Sebagai seorang ahli filsafat, Garaudy mendorong umat Islam memainkan peran sebagai pendorong lahirnya “reformasi” yaitu melahirlan harapan baru dalam kehidupan.

(IMF/foto: france-culture)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Sosok