Dekan FSH UIN Jakarta: Fikih Politik Harus Mengubah Nilai Islam Menjadi Solusi Hukum Nasional

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Muhammad Maksum menilai perdebatan mengenai hubungan Islam dan negara akan terus berlangsung. Karena itu, pengembangan fikih politik perlu diarahkan pada perumusan nilai Islam menjadi solusi hukum yang inklusif, kontekstual, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Maksum menyampaikan pandangan itu saat menutup bedah buku…

Read More

Masykuri Abdillah: Fikih Politik Harus Kontekstual, Bentuk Negara Bukan Doktrin yang Beku

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Masykuri Abdillah menegaskan bahwa fikih politik harus ditempatkan sebagai wilayah ijtihad yang terbuka terhadap perubahan. Islam memberikan prinsip dan nilai dasar dalam kehidupan politik, tetapi tidak menetapkan satu bentuk negara yang wajib diberlakukan secara seragam di seluruh masyarakat Muslim. Pandangan itu disampaikan Masykuri saat memaparkan…

Read More

Naluri Takabur; Perasaan Terancam dan Tipuan Diri

Oleh: Noryamin Aini (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta) “Langit tidak perlu menjelaskan ketinggian dan keistimewaannya, karena semuanya nyata dan hakiki” Ini kisah tentang sosok John Patrick McEnroe, Jr. Ia adalah salah satu legenda tenis profesional USA, terutama di tahun 1980-an. Dia sukses meraih banyak tropi juara; (1) tujuh tropi tunggal putera…

Read More

Merayakan Perasaan Kekurangan

Oleh: Noryamin Aini (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta) Tidak ada rekam jejak hidup seseorang yang serba sempurna, perfect. Adalah kodrati bahwa setiap orang memiliki kekurangan. Inilah rumus kehidupan. Tetapi, kekurangan tidak untuk disesali, apalagi dibenci. Duka kita tidak boleh terlilit petaka dan dosa masa lalu. Biarlah kekurangan menjadi bagian hidup yang sejatinya…

Read More

Ketaatan Beruk dan Kenakalan Manusia

Oleh: Noryamin Aini (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta) Kisah beruk dan renungan di tulisan sebelumnya menjadi sindiran keras untuk watak buruk (fujūr) manusia. Kecenderungan fujūr menggeliat ke arah yang licik, penuh kepura-puraan. Istaghfirullah. Ini adalah perangai dan kelakuan banyak manusia. Mereka sering berpikir semua bisa diatur, termasuk mengatur halal-haram; “memutihkan hal-hal yang hitam,…

Read More