Connect with us

Sosok

Mengenang Begawan Politik Islam Indonesia

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Saat ini, barangkali tak banyak lagi ilmuwan yang berkutat menekuni bidang politik Islam di Indonesia. Meski pun ada beberapa nama yang bisa disebut seperti Ayzumardi Azra atau Komaruddin Hidayat.

Nama Deliar Noer adalah salah satu ikon yang layak disebut dalam studi tersebut. Dialah yang tak kenal lelah terus menulis dan mempublikasikan banyak karya tentang sejarah, perkembangan dan tokoh-tokoh politik Islam di Indonesia.

Salah satu karyanya yang sampai sekarang masih dijadikan rujukan adalah “Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942” yang merupakan disertasinya untuk program doktor pada Universitas Cornell di Ithaca, New York, Amerika Serikat pada awal tahun 1960-an. Deliar adalah orang Indonesia pertama yang meraih gelar dalam bidang tersebut dari Cornell.

Pulang ke Indonesia dia menjadi dosen dan rektor di beberapa perguruan tinggi. Seperti di Sumatera Utara dan IKIP Jakarta (kini UNJ). Namun perjalanan menjadi dosen tidak berjalan mulus karena gangguan perbedaan pandangan politik. Di USU misalnya, Deliar didepak oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Sjaref Thayeb.Dia dituding memprovokasi kasus Malari 1974.

Meski tak mendapatkan kesempatan mengajar di dalam negeri, dia pun lama mengajar di negeri kangguru, Australian National University (ANU). Di negeri tetangga itu, banyak karya-karyanya mengalir. Salah satunya adalah Mohammad Hatta: Biografi Politik yang terbit pada 1990. Lalu pada 1997 dia menerbitkan buku yang layak dibaca para mahasiswa yaitu “Pemikiran Politik di Negeri Barat”, Partai Islam di Pentas Nasional (2000), “Islam dan Masyarakat” dan “Islam dan Politik” (2003).

Selain bergerak di bidang pendidikan, Deliar juga aktif dalam bidang organisasi seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan juga pernah menjadi wartawan di RRI dan Pers Biro Indonesia (PIA). Setelah Soeharto turun dia mencoba mendirikan Partai Umat Islam, namun tidak mendapatkan dukungan yang maksimal. Deliar Noer yang lahir di Medan pada 9 Pebruari 1926 itu meninggal pada 17 Juni 2008 di Jakarta dalam usia 82 tahun.

(IMF/foto: kompas.com)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Sosok