Connect with us

Sosok

Ibnu Majid, Ahli Navigasi Penemu Kompas

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Dunia kebaharian sejatinya harus berterimakasih kepada Ibnu Majid. Dialah penemu alat navigasi canggih pada masanya (kompas) dengan 32 arah mata angin. Kompas buatan Ibnu Majid lebih canggih dibandingkan dengan yang dibuat sebelumnya oleh orang Mesir dan Maroko. Bahkan, ketika dia bertemu para pelaut dari Protugis dan memperlihatkan kompas buatannya, orang-orang Portugis itu mengaku belum pernah melihat sebelumnya.

Ibnu Majid bernama lengkap Sihabuddin Ahmad bin Majid bin Muhammad bin Amr ad-Duwaik bin Yusuf bin Hasan bin Abi Ma’lak as-Sa’di bin Ar-Raka’ib and-Najdi. Ia hidup pada abad ke-9 Hijriyah/15 Masehi.

Sumbangsih Ibnu Majid terhadap dunia navigasi selain kompas juga beberapa buku. Sebelumnya, dunia pelayaran hanya bersandarkan kepada peta kuno karya Claudius Ptolemaeus (ahli geografi Mesir kuno pada awal abad masehi).

Melalui karya dan teorinya, Ibnu Majid memungkinkan memperluas jangkauan pelayaran. Beberapa karyanya antara lain “al-Fawa’id fi Usul Ilm al-Bahr wa al Qawaid” (Pedoman Dasar tentang Ilmu Kelautan) dan “Hawiyah al-Ikhtisar fi Usul Ilm al-Bahr” (Rangkuman tentang Ilmu Bahari).

Kitab “Fawaid” yang berupa prosa berisi 28 posisi bulan, gambaran posisi bintang-bintang yang dihubungkan dengan 38 titik pada kompas, gambaran rute-rute perjalanan di Samudera Hindia, peta beberapa pelabuhan, peta garis pantai barat India, gambar tentang luas 10 daratan dan atau pulau besar (Arab, Madagaskar, Sumatera, Jawa, Taiwan, Sri Lanka, Zanzibar, Bahrein, dan Sokotra).

Sementara kitab “Hawiyah” berisi peta daratan yang berada di jalur pelayaran, gambaran tentang posisi bulan, rambu-rambu perjalanan dan musim-musim yang baik untuk melakukan pelayaran berdasarkan perhitungan kalender Arab, Koptik, Bizantium dan Persia.

Karena kehebatannya dalam bidang pelayaran, pada masanya dia diberi gelar Syekh Majid. Bahkan para pelaut Arab sebelum berlayar akan mengenang dan membacakan al-Fatihah khusus buat Ibnu Majid.

(IMF/foto: nazlahhasni.com)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Sosok