Connect with us

Pendidikan Islam

Upaya Kemenag Tingkatkan Kompetensi Bahasa Arab Peserta Didik

Dengan mendatangkan 36 mab’uts dari Univesitas Al-Azhar Kairo Mesir.

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Dalam upaya meningkatkan dan mengatkan kemampuan atau kompetensi peserta didik dalam berbahasa arab, Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya. Antara lain menjalin kerjasama dengan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Yakni dengan mendatangkan 36 Mab’uts dari Universitas Al Azhar ke tanah air pada Kamis (3/2/2022) pekan lalu.

Dirjen Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdani berpandangan, kemampuuan berbahasa arab bakal membuka cakrawala peserta didik menjadi lebih luas. Apalagi sumber informasi yang tertuang di sejumlah literatr keislaman masih banyak berbahasa arab.

“Kemampuan berbahasa akan dapat membuka cakrawala lebih luas peserta didik,” ujarnya di Jakarta, Selasa (8/2/2022).

Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Islam, Rohmat Mulyana menambahkan, keberadaan penutur asli bahasa asing (native speaker) diharapkan dapat meningkatkan kompetensi peserta didik berbahasa Arab.  Setidaknya dapat mengakselerasi kemahiran peserta didik dalam berbahasa arab.

“Keberadaan mereka juga diharapkan dapat memotivasi peserta didik agar lebih mencintai bahasa arab,” katanya.

Sementara perwakilan Duta Besar Mesir untuk Indonesia,  Ahmad Abdul Hadi berpendapat sejarah hubungan baik Indonesia dengan Mesir terbangun diawali dengan pengakuan politik Mesir atas Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.

Hubungan kedua negara terus berlangsung baik. Antara lain melalui program penempatan mab’uts dan pengiriman mahasiswa kuliah di Universitas Al Azhar. Setidaknya, hingga saat ini lebih dari 10.000 mahasiswa Indonesia menimba ilmu di Mesir. Jumlah tersebut menjadi terbesar  di kawasan Timur Tengah.

Perlu diketahui, mab’uts merupakan bentuk pengabdian para mahasiswa dan/atau dosen Al Azhar. Penugasan mab’uts ini melalui seleksi yang dilakukan pihak Al Azhar. Mab’uts akan mengabdi selama tiga tahun di Indonesia. Namun demikian, setiap tahunnya tetap akan dilakukan evaluasi.

Nah melalui kerjasama Kemenag-Universitas Al Azhar Kairo Mesir, sebanyak 36 mab’uts telah didatangkan pekan lalu. Usia menjalani karantina, merekapun ditugaskan di sejumlah lembaga pendidikan keagamaan Islam di Indonesia. Rencananya, mereka bakal bertugas di 14 perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI), 14 pesantren dan 8 madrasah. Keberadaan mereka pun menjadi pendorong dalam meningkatkan kemampuan berbagasa arab.

[AHR/iluustrasi: islamedia]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Pendidikan Islam