Connect with us

Ekonomi Islam

Empat Potensi Produk Halal Indonesia

Mulai berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia, hingga keberadaan Indonesia yang terdapat kebutuhan halal global market sebesar 62% di Asia Pasifik.

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Luasnya wilayah nusantara boleh jadi menguntungkan bagi industri halal di Indonesia. Selain banyaknya produk berasal dari banyak daerah di Indonesia, menjadi keunggulan. Itupula menghasilkan empat potensi besar yang kompetititf produk halal Indonesia di mata dunia.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Sukoso mengatakan  adanya potensi yang kompetitif produk halal Indonesia. Bahkan terbilang besar. Menurutnya empat potensi itu mesti dimanfaatkan secara maksimal. Pertama, Indonesia berpenduduk mayoritas muslim terbesar di duna.

Kedua, Indonesia menjadi negara dengan jamaah haji dan umrah terbesar dibandingkan dengan negara lain. Ketiga, Indonesia memiliki sumber daya alam yang sedemikian besar. Keempat, posisi Indonesia berada di area yang terdapat kebutuhan halal global market sebesar 62% di Asia Pasifik.

Melalui potensi itulah produk halal Indonesia memiliki peluang besar pangsa pasar yang pasti. Nah menjadi tantangan soal memanfaatkan peluang dengan berkompetisi sebaik mungkin. “Karenanya saya menyambut niat baik dalam mendukung produk halal kita untuk mampu bersaing secara global di acara ini,” ujarnya  dalam webinar bertajuk ‘Mempersiapkan Standar Halal Menuju Kompetisi Global’ Kamis (3/12).

Sementara Wakil Ketua Umum PUB dan Presiden Indonesia-Saudi Arabia Business Council (ISABC), Muhammad Hasan Gaido, mendukung penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH). Begitupula program pemerintah dalam memajukan industri halal di tanah air. Menurutnya Indonesia merupakan konsumen produk halal nomor satu di dunia.

“Namun ke depan Indonesia akan menjadi halal hub dunia. Dan kita akan menjadi sentra ekonomi syariah dunia. Dan PUB siap mendorong terrealisasiakannya tujuan itu,” pungkasnya.


[AHR/foto:youtube]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi Islam