Gibah, Lebih Bahaya dari Zina

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Mempergunjingkan keburukan orang lain, seolah sudah menjadi tabiat manusia. Apalagi di masa sekarang, ketika media sosial sudah menjadi kebutuhan sehar-hari, gibah menjadi tak terpisahkan. Secara bahasa gibah berarti mengumpat, menggunjing atau memfitnah. Rasulullah melarang umatnya melakukan perbuatan tercela ini. “Jauhilah olehmu gibah, sesungguhnya gibah itu lebih berbahaya dari zina.” (HR Ibnu Hibban, Ibnu Abi…

Read More

Ajaran Rasulullah: Jangan Cela Makanan

[JAKARTA, MASJIDUNA]-— Pribadi Nabi Muhammad sebagai suri tauladan bukan hanya dalam perkara ibadah dan interaksi dengan ummatnya. Bahkan, dalam urusan makan dan minum pun Rasulullah tampil sebagai pemberi teladan terbaik. Ajaran agar mengambil makanan yang dekat, berdoa sebelum dan sesudah makan merupakan beberapa contoh. Namun, ada lagi satu hadits bagaimana Rasulullah menghargai makanan dan tidak…

Read More

Lima Tahap Amar Ma’ruf Nahi Munkar Menurut Imam Ghazali

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Dalam Islam, menyuruh berbuat baik dan mencegah kemungkaran (amar ma’euf nahyi munkar) adalah hal yang sudah melekat pada setiap pribadi muslim. Namun dalam prakteknya, hal ini sering juga menimbulkan perdebatan. Imam Ghazali dalam kitab “Ihya Ulumuddin” menjelaskan lima tahap amar ma’ruf nahi munkar, yaitu: Pertama memperkenalkan dan memberikan nasihat sederhana. Kedua, memberi pengajaran atau…

Read More

Takut dan Harap Menurut Imam Al-Ghazali

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Takut (khauf) dan harap (raja’) dalam pandangan sufistik Islam sering disebut sebagai pintu menuju keselamatan dunia dan akhirat. Ulama besar Imam Al-Ghazali, adalah salah satu yang membeberkan pentingnya takut dan harap dalam memohon pertolongan Allah. Dalam kitab Ihya Ulumuddin, tercantum bab khusus tentang hal tersebut. “Takut dan harap merupakan dua macam penawar yang dapat…

Read More