PP Al-Quraniyyah Tangsel Rawat Tradisi Baca Hizib Bahar

[TANGERANG SELATAN, MASJIDUNA] – Pondok Pesantren Al-Quraniyyah secara istiqomah merawat tradisi membaca Hizib Bahar. Hal ini tampak dilakukan pada Minggu (9/11/2025) pagi di Pondok Pesantren Al-Quraniyyah di Jl. Panti Asuhan No.6, RT.003/RW.12, Kelurahan Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan

Pondok Pesantren Al-Quraniyyah di bawah asuhan KH Muhammad Sobron Zayyan ini istiqomah menggelar pembacaan Hizib Bahar. Ribuan jemaah berbaju putih dengan khusu mengikuti prosesi acara tersebut dengan menyertakan air putih dalam botol kemasan dan alat lainnya yang terbuka tanpa tutup di samping tempat duduknya. “Kami mengikuti kebiasaan baik dalam melaksanakan pengajian ,” kata seorang jamaah singkat seraya mengikuti prosesi acara.

Pengasuh PP Al-Quraniyyah KH Sobron Zayyan, tampak duduk di kursi dalam mimbar dengan di bagian depan tampak kumpulan tempat air terbuka tutupnya berjejr rapih yang dikumpulkan para petugas. Sedangkan jemaah dengan serempak mengikuti setiap bacaan Hizib Bahar yang diyakini banyak kalangan muslim beragam manfaat itu

Tradisi membaca Hizib Bahar diyakini sebagai ritual berdoa yang dimaksudkan untuk mengharapkan perlindungan dari mara bahaya, kesedihan, dan ketakutan; penyembuhan penyakit; terkabulnya doa; serta penguatan keimanan dan ketenangan hati.

Hizib Bahar tersebut adalah karya Syaikh Abu Hasan Ali bin Abdillah bin Abdil Jabbar asy-Syadzili (lahir di Iskandariah, 571 H, wafat 656 H). Asal Nama: Penamaan “Bahar” atau “laut” berasal dari kisah hizib ini pernah terombang-ambing di lautan dan sering menyebut kata “al-bahr” (laut).

Rangakian acara tersebut menjadi pertanda kuat bahwa menjaga tradisi baik membaca Hizib Bahar didukung banyak jemaah. Mereka yang datang sangat beragam di antaranya para tamu undangan habaib, warga sekitar, santri Pondok Pesantren Al-Quraniyyah dan luar Kota Tangsel.

Dari ratusan kendaraan roda dua, roda empat bahkan ada yang berjalan kaki menuju lokasi. Mereka juga tampak membawa anaknya mengkuti prosesi acara.

KH Sobron menegaskan dosa akan orang tua masing-masing untuk perbuatan disengaja atau tidak sengaja. Ucapannya membuat para jemaah tertunduk khusus mengingat pesan penting penghormatan pasa orang tua terus disampaikan.

Selanjutnya dia meminta para jemaah untuk menyebut harapan dan doa masing-masing yang diikuti memberikan waktu sekira lima menit terdiam. “Silahkan panjatkan doa masing-masing agar dikabulkan oleh Allah SWT dengan kita tabi membaca Hizib Bahar. Silahkan para jemaah,” pinta dia.

Suasana dramatis menjadikan prosesi acara terasa hening dengan tampak sebagian jemaah menundukkan kepala sambil bibir begerak tanpa suara. Mereka juga ada yang mengangkat tangan bersikap doa penuh khusuk. Setalah itu prosesi acara ditutup dengan pengumuman ziarah kubro ke Cirebon pada akhir bulan November dengan door praise umroh ke tanah suci.

Jemaah dengan tertib meninggalkan kawasan Pondok Pesantren Al-Quraniyyah dengan membawa botol minuman masing-masing. Tapi masih ada sebagian menikmati hidangan yang dipisah antara jemaah perempuan dan laki-laki. (RAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *