Lima Tahap Amar Ma’ruf Nahi Munkar Menurut Imam Ghazali

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Dalam Islam, menyuruh berbuat baik dan mencegah kemungkaran (amar ma’euf nahyi munkar) adalah hal yang sudah melekat pada setiap pribadi muslim.

Namun dalam prakteknya, hal ini sering juga menimbulkan perdebatan. Imam Ghazali dalam kitab “Ihya Ulumuddin” menjelaskan lima tahap amar ma’ruf nahi munkar, yaitu:

Pertama memperkenalkan dan memberikan nasihat sederhana. Kedua, memberi pengajaran atau nasihat dengan kata-kata lemah lembut, ketiga memberikan nasihat dengan perkataan keras dan tegas. Misalnya, “Hai bodoh! Tidaklah engkau takut kepada Allah? Keempat, dengan perbuatan langsung menggunakan kekuatan dan mencegah seseorang dari melakukan perbuatan maksiat dan dosa. Misalnya, menghancurkan alat-alat perjudian, memecahkan botol minuman keras, merampas kain sutera dari pemiliknya, menyita barang-barang curian lalu mengembalikan kepada pemilknya. Dan kelima yaitu memarahi, memukulnya dan memberikan ancaman kepada seseorang yang berbuat zalim agar dia berhenti. Kecuali untuk tahap kelima, seseorang tidak dihasruskan meminta izin dari penguasa untuk melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar.

Dari paparan Iman Ghazali sangat jelas bahwa amar maruf nahi munkar memiliki tahapan-tahapan yang harus dilewati. Bahkan langkah awal memberikan nasihat lembut yang harus dijalankan.

Melalui tahapan-tahapan inilah, seorang muslim akan bijak dalam bertindak. Bahkan, menurut Imam Ghazali seorang pendosa pun tetap diperbolehkan untuk melakukan amar maruf mahi munkar.

(IMF/foto:

2 thoughts on “Lima Tahap Amar Ma’ruf Nahi Munkar Menurut Imam Ghazali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *