Saat Harus Memilih: Kotor atau Bersih?

Oleh: Noryamin Aini (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta)

Sahabat!
Camkan renungan sederhana ini!
Dalam hidup, kita sering dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit, terkadang berseberangan seperti baik-buruk; hidup-mati; atau pilihan yang keduanya fatal, seperti pameo opsi “buah simalakama” (jika buah dimakan, bapak akan mati, dan kalau buah dibuang, ibu akan mati).

Jika kita harus memilih, berpikirlah dengan akal sehat, jangka panjang, dan nalar moral, dan agama. Semoga pilihan kita adalah opsi restu Allah yang terbaik. Ini satu contoh pituah memilih.

“Lebih baik tanganmu kotor karena pekerjaan kasar, namun hasil kerjamu bersih daripada tanganmu bersih karena jabatan empuk, namun, hasil kerjaanmu kotor.”

“Lebih baik tampilan fisikmu (casing) lusuh, namun qalbumu (batin) bersih, daripada tampilan dirimu (fisik dan pakaianmu) bersih dan necis, namun qalbumu kotor-busuk.”

Semoga selalu ada pilihan yang lebih baik, dan kita berkesadaran untuk memilihnya.

[RAN]

One thought on “Saat Harus Memilih: Kotor atau Bersih?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *