Connect with us

Politik Islam

PKS Dorong Pembentukan RUU Perlindungan Ulama

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Publik dikejutkan dengan aksi penusukan terhadap dai kondang Syaikh Ali Jaber saat sedang melakukan kajian di sebuah masjid di Lampung, Sumatera Selatan. Terhadap hal tersebut, betapa pentingnya negara memberikan perlindungan terhadap ulama dalam mengemban tugas dakwah dan syiar kepada umar.

Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih mengatakan persekusi terhadap ulama saat melakukan dakwah acapkali mendapat ancaman dan kekerasan. Upaya pembunuhan terhadap Syaikh Ali Jaber menjadi pemacu bagi negara agar memberikan perlindungan terhadap ulama. Pasalnya ulama menjad rentan mendapat ancaman kekerasan .

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini pun mendorong para pengampu kepentingan agar meerampungkan pembahasan RUU Perlindungan Ulama yang telah masuk dalam daftar Program Legislasi (Prolegnas)  Prioritas 2020 dengan nomor urut 24.  Dalam daftar Prolegnas rancangan aturan tersebut berjudul RUU  tentang Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol Agama (RUU tentang Perlindungan Kyai dan Guru Ngaji).

“RUU nya telah disepakati DPR dengan nama RUU tentang Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol Agama (RUU tentang Perlindungan Kyai dan Guru Ngaji) yang diusulkan oleh Fraksi PKS, PKB, dan PPP,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (14/9).

Namun dalam format yang diusulkan PKS, RUU tersebut melindungi tak saja ulama dari kalangan Islam.   Namun semua tokoh agama dari seluruh agama yang ada di Indonesia wajib dilindungi negara.

Fikri menambahkan, dalam konteks negara Pancasila, bangsa Indonesia tidak lepas dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Sila Pertama ‘Ketuhahan yang Maha Esa’ dalam setiap sendi kehidupannya. Pasalnya Indonesia bukanlah negara berpaham sekuler yang memisahkan kehidupan bernegara dengan agama.

Bahkan bukan pula sebagai negara agama yang berasaskan agama tertentu. Namun menjadikan keyakinan agama mereka sebagai poin pertama dalam dasar negara Pancasila,” jelasnya. Dia mencontohkan tradisi religius bangsa Indonesia yang turun temurun dalam setiap momen kehidupannya.

“Seperti pepatah, bangsa ini selalu terkait dengan ulama mulai dari buaian (dalam rahim ibu) hingga liang lahat (kematian),” katanya.

Ulama atau tokoh agama, menurut Fikri telah menjadi sosok yang paling berpengaruh dalam kehidupan masyarakat di negeri ini, nyaris dalam setiap sendi kehidupan mereka.  Bahkan dalam menentukan kepemimpinan bangsa, peran tokoh agama selalu menyertai, maka ada istilah guru spiritual.

Beberapa kasus penyerangan, baik secara fisik maupun verbal yang ditujukan kepada tokoh agama yang kerap terjadi beberapa waktu terakhir telah menjadi keresahan di tengah masyarakat.  Karenanya, Fikri mendesak para pemimpin dan penegak hukum untuk memberi pernyataan yang sejuk dan berempati untuk menunjukkan sikap dukungan terhadap kasus tersebut.

[AHR/Foto:net]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Politik Islam