Connect with us

Khazanah

Tobat, Bukan Sekadar Penghapus Dosa

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Kata “tobat” sudah menjadi kosa kata bahasa Indonesia, yang bermakna tak akan mengulangi perbuatan buruk lagi. Secara bahasa, tobat terambil dari bahasa Arab “taubat” (taba, yatubu) yang artinya kembali. Yaitu kembali dari kemaksiatan pada ketaatan atau kembali ke jalan yang lebih dekat kepada Allah.

Dalam al-quran surat an-Nur ayat 31 dan surat at-Tahrim ayat 8 terdapat penjelasan soal tobat. Dari kedua nash tersebut disebutkan bahwa Allah memerintahkan kepada setiap orang beriman agar senantiasa bertobat dengan tobat yang seikhlas-ikhlasnya.

Karena itu, tobat bukan hanya untuk menghapus dosa tapi juga sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah.

Hal itu tercermin dari perilaku Rasulullah yang senantiasi beristighfar (memohon ampunan) sebanyak 70 kali dalam sehari semalam. Padahal beliau adalah manusia yang terpelihara dari dosa.

Karena itu, Imam Ghazali membagi tobat dalam tiga bentuk, pertama tobat kembali dari kemaksiatan pada ketaatan, kedua firar yaitu lari dari kemaksiatan pada ketaatan dan ketiga inabat yaitu bertobat yang berulang sekalipun tidak berbuat dosa.

Karena itu, para ahli tasawuf mengajarkan tobat yang terus menerus karena manusia tak pernah tahu kapan berdosa. Para ahli tasawuf mengajarkan tobat bukan hanya ketika merasa berdosa, tapi juga lalai. Misalnya, seorang yang biasa mengikuti salat subuh berjamaah, namun dalam satu kesempatan dia tidak melakukannya secara berjamaah. Dia merasa menyesal. Dia bertobat karena lalai, padahal tidak meninggalkan kewajiban. Hal ini banyak dilakukan oleh para ahli tasawuf yaitu bertobat dari hal-hal sepele yang dianggap lalai.

(IMF/foto:

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Khazanah