Connect with us

Masjid

Mengenal Masjid Xi’an, Peninggalan Dinasti Ming Menyerupai Kuil Budha

[JAKARTA, MASJIDUNA]- Masjid-masjid di seluruh dunia memiliki arsitektur unik, yang tidak hanya dipengaruhi oleh budaya Timur Tengah. Sebagian mengadopsi budaya lokal, seperti Masjid Xi’an di China.

Masjid Agung Xian adalah yang terbesar dan terpelihara dengan baik dari masjid-masjid awal Cina. Dibangun terutama pada Dinasti Ming ketika elemen arsitektur Cina disintesis ke dalam arsitektur masjid. Tidak heran, masjid ini menyerupai kuil Buddha abad kelima belas dengan poros tunggal yang dilapisi dengan halaman dan paviliun.

Bangunan Masjid Agung Xian dibagi menjadi 4 halaman. Halaman pertama memiliki gapura dengan tinggi 9 meter yang dihiasi oleh lantai mengkilap abad ke-17.

Kemudian terdapat tiga ruang yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan peninggalan
Dinasti Ming dan Dinasti Qing. Halaman kedua memiliki gapura batu dengan dua prasasti di kanan dan kirinya.

Baca Juga: Turis China yang Datang ke Sumbar, Sholat Dzuhur di Masjid Raya

Prasasti tersebut berasal dari Dinasti Song dan Dinasti Ming. Halaman ketiga terletak di pintu masuk masjid. Terdapat sebuah balai yang berisi prasasti kuno, ada pula Menara Xingxin tempat umat muslim beribadah. Halaman keempat terdapat sebuah phoenix, paviliun utama, dan balai sholat.

Prodi arsitektur di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), pada akhir Juli lalu membedah arsitektur tersebut dalam sebuah seminar. Menurut Ketua panitia seminar Anisa menjelaskan, dalam kegiatan ini menampilkan lima kelompok yang membahas lima obyek arsitektur peninggalan peradaban Islam di dunia, yaitu

Masjid Xi’an, Masjid DjinguereBer, Benteng Merah Agra, Benteng Salahuddin, dan Observatorium Ulugh Beg.

“Masjid Xi’an merupakan sebuah karya arsitektur dan merupakan peninggalan unik, karena eksteriornya ber-arsitektur China. Sedangkan pada interiornya terdapat perpaduan antara arsitektur China dengan kaligrafi. Sementara bangunan menara pada arsitektur Islam di masjid ini berbentuk pagoda. Pada sisi lain, tata massa bangunannya menggunakan konsep arsitektur China,”ujar Anisa.

Baca Juga: Perkampungan Muslim China di Wuhan Sebelum “Lockdown”

Anisa menjelaskan, paparan ini merupakan hasil eksplorasi mahasiswa yang dibimbing oleh para dosen pengampu dan didiskusikan bersama di kelas.

Salah satu tujuan menyelenggarakan seminar mahasiswa ini adalah sebagai upaya pelatihan bagi mahasiswa untuk melakukan studi eksplorasi dan menjelaskannya dalam presentasi.

“Dalam seminar ini mahasiswa akan mendapatkan masukan dari dua dosen pembahas sebagai upaya perbaikan,” ujar Anisa.

Kegiatan ini, kata Anisa, baru diluncurkan dan direncanakan akan diselenggarakan satu kali pertahun. Pada tahun ini sebagai awalan tema seminar mahasiswa adalah eksplorasi arsitektur peradaban Islam.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Masjid