Berkurbanlah dengan Hewan Ternak Sehat dan Tak Cacat

Oleh; H. Asep Awaludin, M.Pd. (Pengajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)/Pengajar Ulumul Hadits di Wonogiri, Jawa Tengah).

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Berkurban menjadi salah satu ibadah yang disyariatkan Allah bagi umat muslim. Dalam melaksanakan ibadah kurban pun terdapat syarat yang mesti dipenuhi. Antara lain berkurban dengan hewan ternak yang dalam kondisi sehat dan tidak cacat.

Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam mengajarkan agar berkurban dengan hewan ternak yang sehat dan tidak memiliki suatu cacat. Sebagaimana dalam hadis Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam sebagaimana diriwayat Ahmad dan Imam Empat. Yakni hadits shahih menurut Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim.

َوَعَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه قَالَ: ( أَمَرَنَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ نَسْتَشْرِفَ اَلْعَيْنَ وَالْأُذُنَ, وَلَا نُضَحِّيَ بِعَوْرَاءَ, وَلَا مُقَابَلَةٍ, وَلَا مُدَابَرَةٍ, وَلَا خَرْمَاءَ, وَلَا ثَرْمَاءَ ); أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ, وَالْأَرْبَعَة ُ وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَابْنُ حِبَّانَ, وَالْحَاكِم ُ

Dari sahabat Ali Radliyallaahu `anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu `alaihi wa Sallam memerintahkan kami agar memeriksa mata dan telinga, dan agar kami tidak mengurbankan hewan yang buta, yang terpotong telinga bagian depannya atau belakangnya, yang robek telinganya, dan tidak pula yang ompong gigi depannya.

Setidaknya terdapat sepuluh pesan yang dapat dipetik hikmah dari hadist tersebut.

1. Mengapa ketika kita akan melaksanakan ibadah kurban harus memilih hewan kurban yang sehat dan tidak cacat?

2. Benar, sebab selain kesehatan hewan kurban, kesempurnaan fisik hewan kurban adalah sebagai wujud kesempurnaan kurban dan kecintaan seorang hamba kepada perintah Tuhan.

Baca juga: Islam Memperhatikan Waktu Penyembelihan Hewan Kurban

3. Hewan kurban hewan yang dikurbankan tentulah harus sehat dan sempurna fisiknya. Sebab Hewan yang sakit memiliki kemungkinan membawa penyakit di dalam dagingnya, sedemikian halnya dengan memilih hewan kurban yang cacat dapat menunjukkan kurangnya pemahaman bahwa berkurban hendaknya dilandasi rasa cinta dan ketaatan kepada perintah-Nya.

4. Hadits di atas menganjurkan kepada kita untuk melakukan perencanaan, penelitian dan juga pemeriksaan kesehatan fisik yang nampak secara langsung atas hewan-hewan kurban kita jauh hari sebelum disembelih untuk ibadah kurban.

5. Pertama-tama, Kita harus memperhatikan kondisi fisik, hewan kurban yang sehat memiliki bulu yang bersih, tubuh yang gemuk (tidak kurus), muka cerah, nafsu makan baik, lincah, suhu 37 derajat celcius dan tidak demam.

6. Sebagaimana maksud dari hadits ini, penting sekali untuk memperhatikan bagian-bagian lubang hewan kurban seperti mata, hidung, telinga, mulut, dan anus. perhatikan, apakah ada cairan darah atau lendir. Jika ada, maka hewan kurban tersebut butuh diperiksakan kesehatan lebih lanjut.

7. Selanjutnya, perlu memeriksa kesempurnaan fisik yang tidak nampak secara langsung, yaitu penyakit yang mungkin ada di dalam tubuh hewan kurban. Sangat perlu bagi kita untuk memeriksa kotoran hewan kurban yang hendak dibeli. Jika padat, maka sehat. Jika cair, hewan tersebut kemungkinan sedang mengalami sakit.

Baca juga: Menyembelih Hewan Ternak Betina, Kenapa Tidak? Ini Dalilnya

8. Selebihnya, yang terakhir adalah melihat kondisi kebersihan lokasi tempat penjualan, selain memeriksa hewan kurban dari kondisi tubuh, perhatikan juga kondisi dan kebersihan lokasi tempat penjualan hewan kurban. Periksa, apakah terdapat tumpukan kotoran yang tidak dibersihkan. Apakah lokasi penjualan banyak sampah berserakan, dan cenderung jorok? Kondisi lingkungan tempat hewan kurban tinggal juga akan mempengaruhi kesehatan dan makanan mereka. Jika hewan tersebut memakan kotoran, maka hewan yang akan dikurbankan menjadi hewan jalalah (pemakan kotoran) yang harus disterilkan terlebih dahulu selama kurang lebih 10 hari.

9. Inilah indahnya ajaran Islam, menjelaskan secara nyata tentang perlunya pemeriksaan kesehatan bagi hewan kurban, guna menjaga kesehatan siapapun (orang miskin atau orang kaya) yang mengkonsumsinya.

10. Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan hidayah dan inayah-Nya kepada kita, keluarga kita, anak keturunan kita dan muslimin semuanya untuk dapat memeriksa dan memastikan kesehatan hewan kurban yang akan disembelih, aamiin ya robbal’aalamiin.

[AHR/Ilustrasi: kuumparan]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *