Perlunya Peningkatan Popularitas Ekonomi Keuangan Syariah

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Di tengah stagnan ekonomi global, menjadi momentum dalam mengenalkan ekonomi keuangan syariah kepada masyarakat. Pasalnya tingkat pertumbuhan ekonomi keuangan syariah dinilai belum  terlampau optimal.

Demikian disampaikan anggota Komisi XI DPR  Anis Byarwati melalui keterangan tertulis di Jakarta. Menurutnya perlu ada pengaruh yang memperkenalkan dengan bahasa yang mudah dan populer makna dari keuangan syariah.

“Sehingga masyarakat menjadi tahu wujud nyata keuangan syariah yang dimaksud oleh pemerintah itu seperti apa,” ujarnya, Selasa (26/11).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menilai, memunculkan  duta baru yang mempopulerkan keuangan syariah. Ke depannya, diharapkan bakal mampu mengartikulasikan dengan bahasa yang mudah dan populer tentang ekonomi keuangan syariah kepada masyarakat.

Setelah itu, ekonomi syariah dimungkinkan dapat tumbuh dan menjadi alternatif baru bagi perekominan nasional. Dia mengingatkan, harapan besar visi Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah global tingkat dunia.

Sebagaimana diberitakan media, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kegiatan ekonomi dan keuangan syariah banyak melibatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menurutnya pola tersebut bakal menyasar seluruh lapisan kelompok masyarakat di berbagai daerah yang belum memiliki akses terhadap produk dan jasa keuangan.

Selain itu, kegiatan ekonomi dan keuangan syariah yang memberdayakan UMKM pun akan meningkatkan produktivitas. Sehingga ekonomi domestik akan lebih berdaya tahan menghadapi perlambatan ekonomi global.

Selain itu, pembiayaan dengan prinsip syariah akan lebih ramah terhadap lingkungan dan berkelanjutan. Menurutnya, banyak potensi yang bisa diambil UMKM syariah dari segmen-segmen ekonomi dan keuangan syariah.

“Kami yakini pengembangan ekonomi syariah tidak hanya meningkatkan inklusi keuangan di ekonomi Indonesia tapi juga mendorong ekonomi nasional di tengah melambatnya ekonomi di dunia,” katanya dalam pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019, Rabu (13/11) lalu.

[AHR/Antara]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *