Connect with us

Khazanah

Dua Kebahagiaan Orang Puasa yang Sering Terabaikan

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Setiap memasuki bulan puasa, ada satu hadits yang sering diungkapkan oleh para ulama yang berbunyi: “Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan. Yaitu kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan saat bertemu Rabb-nya.”

Hadits ini memberikan motivasi kepada orang yang puasa bahwa menahan lapar dan haus ketika puasa bukanlah pekerjaan sia-sia. Kebahagiaan di dunia dan di akhirat sudah menanti. Ketika memasuki waktu maghrib orang yang berpuasa akan merasa senang sebab rasa lapar dan haus hari itu akan terobati.

Hal ini yang membuat sebagian masyarakat membuat tradisi ngabuburit yaitu menunggu waktu datangnya maghrib. Namun, agar waktu menunggu ini tidak sia-sia, maka banyak amalan menanti seperti membaca quran, baca salawat, atau membaca buku-buku yang bermanfaat.

Dan ketika adzan maghrib berkumandang, maka kebahagiaan itu tak tergambarkan. Sebab, saat tegukan air pertama saja melewati tenggorokan rasanya sudah sangat menyenangkan. Rasulullah pun mengajarkan doa bagi mereka yang berbuka, misalnya ‘Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘urûqu wa tsabatal ajru, insyâ Allah’,” (H.R. Abu Dawud). Artinya, “hilanglah rasa haus dan basahlah urat-urat (badan) dan insya Allah mendapatkan pahala.”

Doa tersebut dicantumkan dalam Tuntunan Ibadah pada bulan Ramadhan di Masa Darurat COVID-19 (2020) oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah (hlm. 31–32).

Ada pula doa yang sudah lazim dikenal seperti “Allahuma laka sumthu wabika amantu waala rizkika afthartu birahmatika ya arhama rahimiin.”

“Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmatMu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

Sementara kebahagiaan kedua yaitu saat bertemu dengan Rabb, yaitu saat kematian. Dalam banyak hadits, rasulullah menyebutkan
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman: “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku.”

Pada hadits lain disebutkan amal bagi yang berpuasa adalah pintu khusus memasuki surga yaitu “Ar-Rayyan”. Di akhirat nanti, orang berpuasa akan dipanggil untuk memasuki pintu tersebut. Inilah dua kebahagaain orang berpuasa yang sering orang lupa.

(IMF/foto: bincangsyariah.com)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Khazanah