Mata Malaikat dan Tatapan Iblis-Setan

Oleh Noryamin Aini (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta) Banyak cara untuk menguji kebenaran dan kesalehan. Sampai-sampai, ada cara konyol untuk menguji kebenaran, seperti kiat Siti Khadijah saat menguji kebenaran sosok malaikat Jibril yang mendatangi Nabi Muhammad saw untuk menyampaikan wahyu. ——o0o—— Menjelang menerima wahyu pertama, Muhammad bin Abdullah suka uzlah (menyendiri…

Read More

Keanehan Manusia dalam Gelimang Kasih Sayang Allah

Oleh Noryamin Aini (Dosen UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta) Sahabat!Kisah indah masa lalu, lazim, mengikat kesadaran manusia dalam kenangan. Kebaikan adalah bahan bakunya, dan subjektivitas positif manusia menjadi cetak biru yang membingkai dan merawat keindahannya dalam ingatan dan penghargaan. Dalam konteks psikologi yang merindukan romantisme kenangan, kita sering mengingat bahkan menyebut kebaikan kita pada orang lain….

Read More

Kelucuan dan Kearifan Komunikasi Lintas Budaya

Oleh Noryamin Aini(Dosen UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta) “Kelucuan adalah keunikan. Di dalamnya ada makna yang sering terabaikan” Sahabat!Bahasa sering dijadikan candaan lintas budaya. Ini kisah kawan kita, mahasiswa Indonesia yang kuliah di Adelaide. Dia datang dalam satu rombongan besar yang baru sehari tiba di Adelaide, Australia. Di hari pertama, rombongan mendapat orientasi budaya dan wisata…

Read More

Mutiara Makna Hidup

Oleh Noryamin Aini (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta) [MASJIDUNA, JAKARTA] – Apa tujuan hidup kita? Narasi sederhana ini bisa memberi pencerahan. Ini petuah pengalaman orang bijak. Hidup dengan dorongan jasad dan nafsu, kita akan LELAH memenuhi tagihan dan rengekan keinginan yang bersifat duniawi. Batas keinginan nafsu tidak berujung, sampai kita terdampar di liang…

Read More

Zikir Vs Celaka: Kisah Pameo Wali Allah

Oleh Noryamin Aini (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta) Celaka (woe or harm, English) adalah pengalaman buruk karena kesalahan sendiri. Sedangkan petaka (disaster) adalah bencana. Keduanya adalah takdir Allah. Bedanya, jika petaka adalah efek dari peristiwa di luar kesalahan sendiri, sedangkan, celaka adalah hasil buruk dari blunder kecerobohan kesadaran korbannya. Celaka adalah…

Read More