Gibah, Lebih Bahaya dari Zina

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Mempergunjingkan keburukan orang lain, seolah sudah menjadi tabiat manusia. Apalagi di masa sekarang, ketika media sosial sudah menjadi kebutuhan sehar-hari, gibah menjadi tak terpisahkan. Secara bahasa gibah berarti mengumpat, menggunjing atau memfitnah. Rasulullah melarang umatnya melakukan perbuatan tercela ini. “Jauhilah olehmu gibah, sesungguhnya gibah itu lebih berbahaya dari zina.” (HR Ibnu Hibban, Ibnu Abi…

Read More

Pesan Rasulullah: Kendalikan Diri, Jangan Marah

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Orang yang marah-marah tak banyak disukai. Apalagi bila penyabab kemarahan adalah perkara sepele. Lebih disayangkan lagi bila yang marah-marah orang yang punya jabatan tinggi, baik jabatan tinggi atau jabatan keagamaan. Sayangnya, saat ini kemarahan itu seolah menjadi hal yang lumrah diumbar ke publik oleh pejabat. Sebagian bangga dan pendukungnya terus memberi tepuk tangan. Padahal,…

Read More

Narasi Orang Gila Penusuk Ulama Ditolak

[JAKARTA, MASJIDUNA]-–Sejak pertama kali terjadi pada 2018 silam, kasus kekerasan terhadap ulama selalu berulang. Semua pelaku dinyatakan terkena gangguan jiwa alias gila. Kasus yang terjadi hingga merenggut nyawa terjadi di Cigondewah, Bandung. Pengurus Persis H.R. Prawoto tewas setelah diserang dan dianiaya seorang lelaki, yang tak lain tetangganya sendiri. Korban tewas setelah diserang menggunakan sebilah besi….

Read More

Kekerasan Terhadap Ulama Kembali Terjadi

[JAKARTA, MASJIDUNA]— Ulama Syekh Ali Jaber mendapatkan serangan fisik dari orang tak dikenal ketika sedang memberikan tausiyah di Masjid Falahuddin Bandar Lampung, Lampung, Minggu (13/9/2020). Serangan cepat itu terjadi saat syekh yang biasa menggunakan gamis itu sedang di atas podium. Seorang lelaki tiba-tiba menghampiri dan mengayunkan sebilah pisau. “Untuk Syekh tidak mengalami keadaan yang parah….

Read More

Sekilas Tentang “Mukimin Jawi”

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Kata “Mukimin Jawi” tidak banyak dikenal untuk saat ini. Padahal, pada abad 16 hingga 19, kata ini dikenal sebagai sebutan bagi orang ras Melayu yang menetap di Mekah dan Madinah untuk berhaji dan menuntut ilmu. Tidak ada catatan pasti sejak kapan para mukimin ini datang dan menetap di dua kota suci itu. Catatan tertua…

Read More