Ramadan Bersama Asmaul Husna (25)

Foto: dreamstime.com AL-GHAFUR Oleh: Dr. Izza Rohman, M.A. (Dosen di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka/Uhamka Jakarta) Innama yakhsyallaha min ‘ibadihil-‘ulama’, innallah ‘azizun ghafur. Yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah orang-orang berilmu. Sungguh Allah Mahaperkasa Maha Pengampun. Manusia melakukan kesalahan-kesalahan besar. Kesalahan kecil sekalipun kadang dirasanya sangat besar. Manusia dibayangi gelapnya rasa putus asa…

Read More

Ramadan Bersama Asmaul Husna (25)

Foto: Twitter @thenameofallah AL-‘AZHIM Oleh: Dr. Izza Rohman, M.A. (Dosen di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka/Uhamka Jakarta) Fasabbih bi-smi rabbikal-‘azhim. Sucikanlah nama Rabbmu, Yang Mahaagung. Manusia peduli dengan besar kecil. Ia terobsesi meraih yang besar, membanggakan kebesaran, dan meremehkan atau menyingkirkan yang kecil. Manusia membutuhkan Tuhan Yang Mahaagung, yang dapat membantunya sadar diri, terjauhkan dari…

Read More

Ramadan Bersama Asmaul Husna (23)

Foto: babytalenti.com AL-QAYYUM Oleh: Dr. Izza Rohman, M.A. (Dosen di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka/UHAMKA Jakarta) Allahu la ilaha illa huwal-hayyul-qayyum. Allah tiada ilah selain Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Manusia disibukkan oleh banyak sekali urusan. Ada banyak yang tidak manusia perhatikan, atau tidak dapat manusia perhatikan. Manusia membutuhkan Tuhan Yang Maha…

Read More

Islam Larang Jadi Kaum “Sumbu Pendek”

Foto: pxhere Oleh: Asep Awaluddin, M.Pd (Pengajar Mata Pelajaran PAI/Dosen Ulumul Hadits di Wonogiri, Jawa Tengah)  ISLAM mengajarkan agar umat Islam tidak mudah marah dan emosi dalam menghadapi persoalan. Mengapa menjadi kaum sumbu pendek dilarang dalam Islam? Rosululloh Saw Pemimpin yang Melarang kita Menjadi Orang yang Sumbu Pendek (mudah marah).  حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي…

Read More

Kesejatian Diri Kita: Di Antara Harapan

Foto: mursal buyung Oleh: Noryamin Aini (Dosen di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta) Petuah bijak mengingatkan bahwa kesejatian diri kita akan terlihat pada 2 (dua) keadaan ini: Sahabat!Keaslian-kesejatian diri kita yang tanpa polesan, tanpa topeng kepalsuan, dan tanpa kepura-puraan, akan mudah tampak gamblang di dua keadaan itu. Sahabat!Di atas langit kekuasaan-kemuliaan, masih ada langit…

Read More