Naluri Takabur; Perasaan Terancam dan Tipuan Diri

Oleh: Noryamin Aini (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta) “Langit tidak perlu menjelaskan ketinggian dan keistimewaannya, karena semuanya nyata dan hakiki” Ini kisah tentang sosok John Patrick McEnroe, Jr. Ia adalah salah satu legenda tenis profesional USA, terutama di tahun 1980-an. Dia sukses meraih banyak tropi juara; (1) tujuh tropi tunggal putera…

Read More

Merayakan Perasaan Kekurangan

Oleh: Noryamin Aini (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta) Tidak ada rekam jejak hidup seseorang yang serba sempurna, perfect. Adalah kodrati bahwa setiap orang memiliki kekurangan. Inilah rumus kehidupan. Tetapi, kekurangan tidak untuk disesali, apalagi dibenci. Duka kita tidak boleh terlilit petaka dan dosa masa lalu. Biarlah kekurangan menjadi bagian hidup yang sejatinya…

Read More

Ketaatan Beruk dan Kenakalan Manusia

Oleh: Noryamin Aini (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta) Kisah beruk dan renungan di tulisan sebelumnya menjadi sindiran keras untuk watak buruk (fujūr) manusia. Kecenderungan fujūr menggeliat ke arah yang licik, penuh kepura-puraan. Istaghfirullah. Ini adalah perangai dan kelakuan banyak manusia. Mereka sering berpikir semua bisa diatur, termasuk mengatur halal-haram; “memutihkan hal-hal yang hitam,…

Read More

Mahasiswa dan Santri Serukan Tolak Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus dan Pesantren

[TANGERANG SELATAN, MASJIDUNA] – Kekerasan seksual di lingkungan kampus dan pondok pesantren belakangan mencuat di ruang publik. Dibutuhkan kerja kolaborasi untuk menolak kekerasan seksual di lembaga pendidikan baik di perguruan tinggi maupun di pondok pesantren.  Tiga lembaga yang berbasis di pondok pesantren dan perguruan tinggi yakni Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus Sunnah, Lingkar Studi…

Read More

Kesadaran akan Kehambaan: Akar Ketundukan

Oleh: Noryamin Aini (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta) Ada kalimat bijak yang layak untuk direnungkan. Petuah leluhur mengingatkan bahwa “manusia tersesat dari jalan ilahi bukan karena dosa besar. Tetapi karena dia kehilangan kesadaran hakiki tentang siapa dirinya.  Ketika seorang hamba lupa tentang hakikat dirinya sebagai “hamba”, dia ingin dan berambisi menjadi…

Read More