Ramadan Bersama Asmaul Husna (21)

Foto: dreamstime

AL-‘AFUW

Oleh: Dr. Izza Rohman (Dosen di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka/Uhamka Jakarta)

Inna-llaha kana ‘afuwwan ghafura. Sungguh Allah itu Maha Pemaaf Maha Pengampun.

Manusia kerap berbuat salah, dan kerap pula kesal dengan kesalahan yang telah dilakukan. Manusia acap berbuat dosa, dan acap pula kehilangan asa lantaran dosa-dosa. Manusia sangat membutuhkan Tuhan Yang Maha Pemaaf, yang dapat memberinya kesempatan untuk memperbaiki diri, menghapus kesalahan, dan memberi harapan akan masa depan yang lebih baik.

Allah Maha Memaafkan. Dia dapat membiarkan perbuatan dosa tanpa menghukum pelakunya. Allah memaafkan banyak sekali dosa, menghapus banyak sekali kesalahan, dan tidak memberikan siksa bagi pelakunya. Sekiranya tidak, tentu bumi sudah hancur lantaran banyaknya keburukan dan maksiat yang dilakukan penghuninya.

Allah Maha Memberi maaf. Dia dapat memaklumi dan memaafkan keterbatasan dan kesalahan tanpa diminta oleh hamba-Nya. Dia dapat memberi maaf sebelum hamba tergerak meminta maaf kepada-Nya. Dia senang memberi maaf dan menyukai hamba yang memberi maaf kepada sesamanya.

Allah Maha Menerima permohonan maaf. Dia menerima permohonan maaf dari hamba yang insaf. Besarnya maaf dari-Nya melebihi besarnya dosa hamba. Baiknya maaf dari-Nya melebihi baiknya cara hamba meminta maaf. Bahkan kemauan, kemampuan dan kesempatan hamba untuk memohon maaf jugalah bagian dari maaf yang diberikan-Nya.

Insan yang sadar akan kedudukannya sebagai hamba al-‘Afuw, akan tumbuh menjadi pribadi yang mudah memaafkan kekurangan dan kesalahan sesama. Ia sadar akan kesalahan sendiri, namun tidak mau terbelenggu oleh buruknya masa lalu untuk dapat melangkah maju. Ia tidak memandang diri lebih suci, namun juga tidak kurang asa untuk memperbaiki diri. Ia tidak mencari-cari kesalahan orang, membesar-besarkannya, ataupun membiarkan orang lain terjerumus dalam kesalahan yang lebih besar.

[RAN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *