Merumuskan Program Prioritas Pengembangan Pesantren

Seperti beasiswa pendidikan bagi para santri, hingga program pemagangan pesantren enterpreneur bagi anak yatim dan dhuafa.

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Berbagai terobosan terus dilakukan pemangku kepentingan dalam mengembangan dunia persantren. Antara lain merumuskan sejumlah program prioritas kegiatan kemaslahatan yang bakal digelar periode 2021.

Demikian disampaikan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono Abdul Ghafur, di Jakarta, Senin (8/2) lalu. Menurutnya perumusan itu setelah melakukan pertemuan menjajaki kerjasama dengan  Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dalma bidang pengembangan pesantren.

“Alhamdulillah, setelah melakukan pertemuan, kami dan BPKH sepakat merumuskan sejumlah program prioritas yang akan dibantu dengan dana kemaslahatan dari BPKH,” ujarnya.

Dia menerangkan, sejumlah terobosan dilakukan agar tak semata menggantungkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Program prioritas tersebut antara berupa beasiswa pendidikan bagi para santri.

Kemudian pembangunan maupun memperbaiki asrama santri. Serta rumah tahfidz/Taman Pendidikan Al-Qur’an.  Selain itu, kedua belah pihak pun mengagas program pemagangan pesantren enterpreneur bagi anak yatim dan dhuafa.

Kerjasama pun mulai dijajaki dengan sejumlah lembaga lain. Seperti Dompet Dhuafa. Kemenag, kata Waryono, juga terus menjalin sinergi dan koordinasi lintas kementerian/lembaga (K/L).

Antara lain berupa pemberian bantuan pengembangan sanitasi bagi 4.000 pesantren yang akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Permahan Rakyat (PUPR), peningkatan kualitas 400 dapur pesantren oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), serta pengembangan Balai Latihan Kerja(BLK) pesantren oleh Kemenaker.  

Baginya menggandeng sejumlah pihak  sebagia bagian upaya terobosan mengembangkan pesantren. Kemudian, Kemenag sedang memperkuat koordinasi dengan 20 K/L dalam rangka pemberdayaan ekonomi pesantren. Pihak yang terlibat antara lain Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Persindustrian, dan Bank Indonesia. 

“Selasa besok (pekan depan), kita akan bahas program pemberdayaan ekonomi pesantren agar bisa dilakukan secara sinergis dengan 20 K/L,” pungkasnya.

[AHR/Kemenag/sumber Ilustrasi:Riaunlink.com]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *