Tetaplah berkhusnudzon kepada Allah.
[JAKARTA, MASJIDUNA] — Dalam menjalani kehidupan, manusia tak lepas dari yang namanya ujian. Kecintaan Allah Subhanahu Watta Ala kepada hambanya melalui ujian. Mengetahui kemampuan hamba terhadap keimanannya melalui tempaan ujian hidup. Kemiskinan atau kesulitan dalam kehidupan satu diantaranya.
Nah dalam menyikapi ujian berupa kesulitana dalam kehidupan perlu dengan cara-cara yang ditunjukan Allah dan Rasul-Nya. Lantas apa saja kiat atau tips agar tetap tegar menghadapi ujian hidup?.
Pertama, bersedekah walaupun dalam kondisi sempit atau susah. Memang diakui, bersedekah dalam kondisi sempit bukanlah perkara mudah. Namun bila dengan hati lapang dan karena Allah, bersedekah dalam kondisi sempit menjadi jalan sebagaimana hadis Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam.
Dari Abu Hurairah dan ‘Abdullah bin Hubsyi Al Khots’ami, bahwa Nabi Salallahu Alaihi Wassalam pernah ditanya sedekah mana yang paling afdhol. Jawab beliau,
“Sedekah dari orang yang serba kekurangan.” (HR. An-Nasai)
Kedua, tersenyum walaupun sedang sedih. Nah tersenyum sejatinya menjadi cara sederhana dalam menghibur diri. Khususnya dalam menghadapi segala rintangan dan cobaan dengan iklas, kepala dingin dan tentu saja tersenyum.
Ketiga, khusnudzon kepada Allah. Nah teruslah berprasangka baik kepada Allah mesti dalam keadaan sesulit apapun. Sebab Allah, tak akan memberi cobaan kepada hambanya di luar kemmampuan umatnya. Oleh karenanya, Allah tak akan menyusahkan hamban-Nya yang berserah diri.
Keempat, bersabar. Lagi-lagi sabar menjadi sifat yang mesti dimiliki setiap muslim. Dalam Surat Al Baqoroh:153 sudah ditegaskan, bahwasannya, …Innallaha ma’ashobirin”. Yakni “…Sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar”. Innallaha ma’ana, sesungguhnya Allah selalu bersama hambaNya. Oleh karenanya, tetaplah tersenyum atas apa yang sedang direncanakan Allah adalah jauh lebih sempurna dari yang hambaNya rencanakan.
Semoga bermanfaat. Wallahu a’alam bissawab.
[AHR/ilustrasi: Inet]
