Pemerintah Saudi Bakal Perpajang Moratorium Umrah?

[JAKARTA, MASJIDUNA] —– Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) Arab Saudi bakal perpanjang moratorium umrah sepanjang penyebaran virus corona di banyak ngara. Keputusan itu pun bakal ditinjau ulang.

“Dan waktu peenrapan melihat perkembangan,” ujar  demikian bunyi cuitan Twitter resmi Kemdagri Saudi @MOISaudiArabia, Kamis (5/3).

Sementara moratorium umrah diputuskan berdasarkan rekomendasi komite terkait untuk menindaklanjuti perkembangan virus COVID-19. Melihat perkembangan yang ada, pemerintah Saudi pun menangguhkan pelayanan umrah sementara waktu bagi warga dari negara lain maupun dalam negeri Arab Saudi .

Namun Kemdagri Saudi dalam akun twitternya tak menyebutk lamanya waktu moratorium tersebut. Terlebih, penanggulangan wabah COVID-19 di beberapa negara belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Sementara Saudi adalah negara yang memiliki lalu lintas padat dari pengunjung masyarakat global. Khususnya warga muslim yang hendak menunaikan ibadah umrah dan berziarah.

Sementara pemerintah Indonesia optimistis dengan penanganan COVID-19 di berbagai negara. Bahkan pemerintah Indonesia yakin pemerintah Saudi dan negara-negara yang terpapar corona warganya dapat mengatasi persoalan itu.

Sementara Konsul Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Endang Jumali, menegaskan belum menerima pemberitahuan dari otoritas Kerajaan Arab Saudi soal memperpanjang moratorium umrah menjadi sepanjang tahun 2020.

“Kantor Urusan Haji KJRI Jeddah sudah berkoordinasi dengan Direktur Urusan Travel Umrah Saudi Abdurrahman Al Segaf. Dia mengatakan bahwa informasi tentang penutupan umrah selama 1 tahun di 2020 itu tidak benar,” kata Endang melalui keterangan tertulis.

Dia juga menegaskan bahwa terkait persiapan pelaksanaan haji tahun ini juga tetap berjalan. Hingga kini belum ada keputusan dari Saudi untuk membatalkan pelaksanaan haji.

“Demikian juga terkait pelaksanaan haji tahun ini. Persiapan terus berjalan. Sampai saat ini belum ada keputusan terkait dibatalkannya pelaksanaan haji dari Saudi,” kata dia.

[AHR/Antara]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *