Travel Umrah Diminta Tak Pangkas Uang Jamaah

[PADANG, MASJIDUNA] — Agen biro perjalanan ibadah umrah diminta tidak memangkas uang jamaah yang gagal terbang ke Makkah akibat kebijakan larangan masuk ke tanah Haram, Saudi Arabia akibat penyearan virus Corona. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Nasrul Abit  di Padang, Jumat (28/2).

“Biro perjalanan harus bijak menyikapi persoalan ini. Kalau bisa jangan ada pemotongan atau penambahan biaya bagi jamaah yang gagal berangkat ini,” ujarnya.

Dia menuturkan, dengan tiada pemotongan uang jamaah, keberangkatan dapat kapa saja dilaksanakan pasca izin kembali dibuka. Pendek kata, hanya menunggu waktu keberangkatan semata. Ia berharap sebelum musim haji, masalah COVID-19 alias virus corona sudah rampung.

Sehingga, jamaah termasuk yang akan menunaikan haji tak lagi mengalami kendala. Diprediksi, jumlah jamaah umrah yang berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Sumbar ke Jeddah maupun Mekah setiap bulan mencapai 3.000 orang. Kebijakan kerajaan Arab Saudi akan membuat ribuan jamaah di Sumbar gagal berangkat.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ihsan Yunus dalam kunjungan kerjanya ke Sumbar mengatakan pihaknya sangat memahami tindakan preventif yang dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Apalagi saat melaksanakan ibadah di Mekkah tidak ada batas, dalam artian kalau melakukan tawaf tentu saja akan berdekatan dengan jamaah lain sehingga kemungkinan terpapar akan sangat besar.

Terkait dengan timbulnya kerugian materil, Ihsan menegaskan saat ini pihaknya dan Pemerintah RI juga sedang berupaya melakukan lobi dengan otoritas Arab Saudi. Salah satunya yakni, mengupayakan pemondokan atau hotel maupun tiket pesawat bisa digantikan atau di jadwal ulang.


[AHR/Antara/ilustrasi:medcom]

One thought on “Travel Umrah Diminta Tak Pangkas Uang Jamaah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *