Connect with us

Sosok

Umar Khayam, Sang Cendekiawan Muslim dengan Banyak Pengetahuan

[JAKARTA, MASJIDUNA]– Ada pepatah latin yang berbunyi, ars longa vita brevis, yang artinya Seni itu abadi sementara umur itu pendek. Pepatah itu tampaknya tepat disematkan pada Umar Khayam, cendekiawan Muslim serbabisa, yang disebut polimatik.

lelaki kelahiran 8 Mei 1048 ini, bukan saja menguasai satu bidang ilmu tapi berbagai cabang ilmu. Bukan saja ilmu agama tapi juga dikenal sebagai astronom, matematikawan, filsuf dan penyair.

Baca Juga: Ilmuwan dari Delapan Negara Ikut dalam Pekan Ngaji di Mambaul Ulum

Sebagai seorang matematikawan, dia terkenal karena karyanya pada klasifikasi dan solusi persamaan kubik, di mana dia memberikan solusi geometris dengan perpotongan kerucut.

Sebagai astronom, ia merancang kalender Jalali, kalender matahari dengan siklus interkalasi 33 tahun yang sangat tepat. Pada saat banyak orang kala itu percaya pada ramalan bintang, dia justeru mengembangkan ilmu falak berbasiskan ilmu pengetahun.

Bahkan, Khayam pernah membuat buku yang berisi bantahan dan kesangsian akan ramalan bintang yang sifatnya nujum.

Dan sebagai penyair, karyanya sudah mendunia bahkan jadi legenda, dibaca oleh jutaan manusia yaitu “Rubaiyat Umar Khayam”.

Rubaiyat adalah untaian puisi Persia yang masing-masing terbagi dalam dua paro larik (hemestich) sehingga sekaliannya merupakan empat paro larik, karena itu dinamakan Rubaiyat yang artinya “empatan”.

Umar Khayam adalah sisi lain dari cendekiawan yang dimiliki Islam di era kejayaannya, yang menghimpun sejumlah pengatahuan dari mulai ilmu pasti, agama hingga kemampuan bersyair yang memukau.

Baca Juga: Milad ke-13, Ilmuwan Syariah Bahas Sejumlah Isu Strategis

Sosok Umar Khayam merupakan warisan Islam bagi dunia, yang selayaknya diteladani dan terus digali semangatnya.

Khayam meninggal pada 4 Desember 1131.

(IMF/sumber foto:intisari)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Sosok