Muhammadiyah Kehilangan Malik Fajar, Pendidik yang Bersahaja

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Memasuki era reformasi di masa Presiden BJ Habibie, Malik Fajar dilantik sebagai menteri agama. Jabatan ini diemban selama setahun (1998-1999) sependek usia pemerintahan Habibie kala itu. Nama Malik pun kemudian dikenal luas. Apalagi jarang sekali tokoh Muhammadiyah jadi menteri agama. Di masa pemerintahan Abdurrahman Wahid yang dilanjutkan oleh Megawati, Malik duduk sebagai Menteri Pendidikan…

Read More

Muhammadiyah Berharap MUI Jadi Kekuatan Perekat Bangsa

[JAKARTA, MASJIDUNA]-— Ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyyah Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si., berharap agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan pandangan Islam Wasathiyyah dapat menjadi perekat umat dan bangsa. “Merekatkan ukhuwah dalam berbagai aspek dan golongan serta menjadi uswah hasanah di dalam memajukan dan membangun kebersamaan di republik tercinta ini,” kata prof Haedar dalam sambutannya…

Read More

“Mentari”, Kolaborasi Rumah Sakit Muhammadiyah Hadapi Corona

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Wabah Corona yang belum ada tanda-tanda berakhir ini, membuat semua pihak mengulurkan tangan. Berkolaborasi adalah salah satu bentuk yang paling banyak dilakukan. Seperti Muhammadiyah yang meluncurkan “Mentari” , bentuk kolaborasi sejumlah rumah sakit di bawah Muhammadiyah Aisyiyah dalam menangani Covid-19. Ketua Muhammadiyah Covid-19 Commad Centre (MCCC) Agus Samsudin mengatakan, Mentari Covid-19 berdurasi enam bulan….

Read More

Buka November, Museum Muhammadiyah Adopsi Teknologi Modern

[MASJIDUNA,YOGYAKARTA]— Rencana  meresmikan Museum Muhammadiyah pada Juni lalu terpaksa mesti mundur menjadi November 2020 mendatang. Hal itu  seiring dengan mundurnya agenda Muktamar Muhammadiyah lantaran situasi pandemik Covid-19. Tim Ahli Museum Muhammadiyah Aris Winarno  mengatakan digagas sebagai etalase sejarah serta pergerakan dakwah pencerahan menjadi sejarah masa lalu, kini dan akan datang, Museum Muhammadiyah bakal dibuka bagi…

Read More

Bila Dipaksakan, RUU HIP Bisa Memecah Belah Bangsa

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Negara (HIP) kembali mendapatkan penolakan. Setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI), kali ini datang dari Muhammadiyah. Dalam konferensi pers yang dilakukan pada Senin (15/6/2020) di Jakarta, ada beberapa alasan penolakan. Salah satunya, akan menimbulkan perpecahan. Sebab, pertarungan ideologi yang terjadi di awal kemerdekaan, sudah diakhiri oleh para pendiri bangsa secara arif…

Read More