Connect with us

Masjid

Fungsi Masjid dalam Membantu Ekonomi Masyarakat Terdampak Covid-19

“Saya berharap agar tidak (ada) satu jengkal tanahpun yang lepas dari pengaruh masjid”.

[JAKARTA, MASJIDUNA] —– Masyarakat amatlah terdampak di sektor ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang masih berkepanjangan.  Masjid sebagai tempat ibadah memiliki fungsi yang lebih luas seperti di bidang ekonomi keumatan. Harapannya, masjid dapat memainkan perannya dalam membantu ekonomi masyarakat terdampak Covid-19.

“Masjid juga harus menjadi tempat untuk saling tolong menolong dalam memulihkan ekonomi masyarakat, baik melalui penyaluran zakat, infaq, dan sedekah, maupun gerakan pemberdayaan ekonomi umat,” ujar Wakil Presiden (Wapres) Kyai Haji Ma’ruf Amin saat meresmikan secara virtual Masjid As-Sa’adah di Kompleks Villa Aufia, Kp. Pondok Caringin RT 02 RW 04, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/10/2021) kemarin.

Menurutnya, di masa pandemi Covid-19, masjid diharapkan memiliki fungsi sosial yakni berperan mendukung upaya pemerintah dalam memulihkan dampak sosial yang dihadapi masyarakat. Karenanya,  masjid harus menjadi teladan dalam penerapan protokol kesehatan terutama memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dalam pelaksanaan ibadah.

Dia melanjutkan, saat Rasulullah Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam melaksanakan hijrah dari Makkah ke Madinah, langkah pertama yang dilakukan membangun masjid, setibba ditujuan. Betapa pentingnya  fungsi masjid bagi kaum muslimin saat itu, yang tidak hanya sebagai sarana ibadah, tetapi juga tempat kegiatan kemasyarakatan. Untuk itu, diharapkan fungsi masjid saat ini dapat seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Menurutnya, Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam memfungsikan masjid tak sekedar sebagai sarana ibadah ritual seperti shalat dan membaca Al-Qur’an. Tapi juga memakmurkannya dengan dakwah, pendidikan, serta kegiatan sosial seperti pembagian zakat, qurban, pernikahan, diskusi masalah umat, dan lain-lain.

Tak hanya itu, lanjut Kyai Maruf, masjid hendaknya dijadikan tempat mengembangkan dakwah islamiah menggunakan pendekatan atau cara yang moderat (wasathiyah). Yakni mengedepankan  kesantunan dan persaudaraan, serta menghindarkan cara-cara permusuhan dan kebencian, sesuai dengan prinsip ajaran Islam sebagai rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil ‘alamin).

“Saya berharap agar tidak (ada) satu jengkal tanahpun yang lepas dari pengaruh masjid,” pungkasnya.

[AHR/Foto:net]

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: MarkPlus Gelar Islamic Entrepreneurial Marketing Festival 2022 Bertema Fastabiqul Khairat Marketing – Masjiduna.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Masjid