Adakah Pengaturan Zakat Sayuran? Begini Penjelasannya

Oleh H Asep Awaludin, M.Pd. (Pengajar Mata Pelajaran PAI/Dosen Ulumul Hadits di Wonogiri Jawa Tengah)  [JAKARTA, MASJIDUNA] – Sayuran menjadi hal yang esensial dalam kehidupan manusia. Banyak penjelasan tentang pentingnya sayur-mayur bagi kesehatan manusia. Lalu, pertanyaannya apakah ada pengaturan zakat atas kekayaan sayuran?   Rosulullah SAW merupakan pemimpin yang menjelaskan tentang zakat sayur-mayur. Berikut hadits…

Read More

4 Hal Adab Mendengarkan Al-Quran

“Disunnahkan untuk mendengarkan al-Qur’an dengan seksama, tanpa membuat gaduh dan bicara sendiri…”. [JAKARTA, MASJIDUNA] – — Al-Qur’an merupakan kalam ilahi, maka kita wajib menjaga adab ketika mendengarkannya. Setidaknya terdapat beberapa adab ketika tengah mendengarkan al-Qur’an. Pertama, mendengarkan dan memperhatikan dengan khusyuk bacaan Al-Qur’an. Hal ini dengan tegas dan lugas, Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an surat al-A’raf…

Read More

Hikmah Seruan Rasul tentang Sedekah Perhiasan

Oleh H Asep Awaludin, M.Pd. (Pengajar Mata Pelajaran PAI/Dosen Ulumul Hadits di Wonogiri Jawa Tengah)  [MASJIDUNA, JAKARTA] – Rasulullah SAW Pemimpin yang menjelaskan tentang sedekah perhiasan.  حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ بْنِ الْمُصْطَلِقِ عَنْ ابْنِ أَخِي زَيْنَبَ امْرَأَةِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ زَيْنَبَ امْرَأَةِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ…

Read More

Bagaimana Hukum Syariat, Menikahi Ibu Mertua ?

Ada tiga hal penyebab seseorang menjadi mahram. [JAKARTA, MASJIDUNA] — Fenomena permasalahan seputar bab nikah memang menarik dibahas. Apalagi belakangan terdapat kabar viral adanya dugaan eks menantu laki-laki hendak menikahi mantan ibu mertuanya. Lantas bagaimana secara hukum syariat melihatnya?. Sejatinya, menurut fikih, haram hukum menikah dengan ibu mertua dalam Islam. Sebab dengan adanya akad nikah,…

Read More

Kesadaran Revolutif

Oleh Noryamin Aini (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta) [MASJIDUNA, JAKARTA] – وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ Dan aku tidak (mudah) membebaskan diriku (dari kesalahan), karena, sesungguhnya nafsu selalu menggoda (manusia) mengerjakan keburukan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat (dituntun) oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku…

Read More