Pemulasaraan Jenazah, Penghormatan Terakhir Seorang Muslim

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Siapa sangka warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang banyak yang tertarik latihan pemulasaraan jenazah. Pekan lalu, dengan menggandeng Pondok Pesantren Manba’ul Huda Semarang, kegiatan pelatihan yang berlangsung di Masjid At-Taubah Lapas Semarang dihadiri sebanyak 200 Warga Binaan Lapas (WBP) dan beberapa pegawai yang ingin belajar tata cara penyelenggaraan dan pengurusan jenazah.

Dalam praktiknya, WBP diajak bagaimana memandikan dan mensalatkan jenazah, ujar Kepala Bidang Pembinaan Dapat Sembiring, Rabu (12/2/2020). Pihaknya berencana akan merutinkan kegiatan tersebut di setiap angkatan. Dan untuk kali ini merupakan pembukaan pelatihan angkatan pertama dan selanjutnya diharapkan akan berlanjut ke tahap angkatan berikutnya.

Pelatihan pemulasaraan jenazah dalam Islam menjadi perkara yang sangat penting, karena hukumnya fardhu kifayah. Paling tidak harus ada yang menguasai urusan mengurus jenazah ini. Apalagi, latihan semacam ini sudah banyak dilakukan di banyak tempat, bukan hanya oleh majelis taklim tapi juga oleh lembaga seperti lapas.

Pasalnya, banyak umat Islam yang belum paham tata cara pemulasaraan jenazah. Hal itulah yang membuat Kelompok Kerja Penyuluh (POKJALUH) Kantor Kemenag Kota Salatiga bekerja sama dengan Takmir Masjid Baitus Syukur menyelenggarakan pelatihan pemulasaraan jenazah, awal Pebruari lalu.

“Hari ini kita melaksanakan program pertama berupa pemulasaraan jenazah bekerja sama dengan POKJALUH Kemenag Salatiga. Kita semua akan mati. Kita membutuhkan tenaga-tenaga yang terampil dan ahli dalam pemulasaraan jenazah agar sesuai dengan syariat yang telah digariskan agama. Ya, untuk kesempatan terakhir seyogyanya kita berikan yang terbaik sebelum menghadap Gusti Allah,” ucap pengurus masjid, Asikin.

(IMF/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *