Connect with us

Hikmah

Begini Adab dalam Berdoa

Dimulai dengan mengangkat tangan hingga diakhiri dengan membaca tahmid dan shalawat.

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Setiap umat muslim tentunya menjadi keharusan dalam memanjatkan doa kepada Allah Subhanahu Watta Ala sebagai Tuhan semesta alam. Namun dalam berdoa agar menjadi sempurna, menjadi penting memperhatikan adab dalam berdoa sebagaimana dicontohkan Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam.

Bila merujuk pada hadis-hadis Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam, setidaknya terdapat tujuh adab dalam berdoa kepada Allah. Pertama, mengangkat kedua tangan. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Ibnu Majah dari Salman, dia berkata bahwa Nabi Saw pernah bersabda: “Sesungguhnya Tuhan kalian Maha Hidup lagi Maha Pemurah.  Dia malu dari hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya kepada-Nya kemudian mengembalikannya dengan tangan hampa, atau beliau berkata; Kedua tangannya yang tidak mendapatkan apa-apa.”

Kedua, menghadap kiblat. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari dari Abdullah bin Zaid, dia berkata: “Nabi Saw keluar menuju tempat shalat ini untuk meminta hujan, lalu beliau berdoa miminta hujan dengan menghadap kiblat dan membalikkan selendangnya.”

Ketiga, diawali dengan bertahmid atau memuji Allah dan bershalawat atas Nabi Saw sebelum berdoa. Ini sebagaimana hadis riwayat Imam Abu Dawud, bahwa Nabi Saw bersabda: “Apabila kalian berdoa, hendaknya dia memulai dengan memuji dan mengagungkan Allah, kemudian bershalawat kepada NabiSaw. Kemudian berdoalah sesuai kehendaknya.”

Keempat, berdoa dengan suara pelan dan lirih. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari dari Abu Musa, bahwa Nabi Saw bersabda: “Wahai manusia, rendahkanlah suara kalian. Sesungguhnya kalian tidak menyeru Dzat yang tuli dan jauh, sesungguhnya Allah bersama kalian. Dia Maha mendengar lagi Maha Dekat.”

Kelima, yakin bahwa Allah mengabulkan doa. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Tirmidzi dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda: “Berdoalah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai, dan lengah (dengan doanya).”

Keenam, tidak tergesa-gesa agar segera dikabulkan. Ini sebagaimana hadis riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim, bahwa Nabi Saw bersabda: “Akan dikabulkan (doa) kalian selama tidak tergesa-gesa. Dia mengatakan; Saya telah berdoa, namun belum saja dikabulkan.”

Ketujuh, tidak berdoa untuk hal-hal yang dilarang dan memutuskan silaturahim dengan orang lain. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim dan Abu Dawud dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda: “Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturrahim, selama dia tidak terburu-buru.”

Kedelapan, kemudian doa diakhiri dengan membaca tahmid dan shalawat kepada Nabi Saw, serta mengusapkan kedua tangan pada wajah. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Abu Dawud dan Ibnu Majah, bahwa Nabi Saw bersabda: “Apabila kalian memohon kepada Allah (berdoa), maka mohonlah dengan bagian dalam tapak tangan kalian dan jangan kalian memohon dengan bagian belakangnya. Dan sapulah dengannya (tapak tangan) muka kalian.”

[Redaksi/Sumber: BimasIslam/ilustrasi:Pixabay]

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Berdoa dengan Bahasa Arab atau Ajam, Terpenting Pahami Maknanya – Masjiduna.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Hikmah