Headline
Nasi Jumat Terus Berlipat
[JAKARTA, MASJIDUNA]–Pembagian nasi kotak usai salat Jumat di sejumlah masjid memperlihatkan tren meningkat. Bukan hanya jumlah nasi yang dibagikan, tapi juga jumlah masjid yang menyelenggarakannya pun bertambah banyak. “Sijum”, demikian sebutan untuk nasi usai Jumatan itu, menjadi cara tersendiri dalam membantu jamaah. Masjid Nurul Ajam di Komplek Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Jakarta, misalnya, telah mengumumkan…
Impian Gaya Hidup Halal Warga Jakarta 2020
[JAKARTA, MASJIDUNA]–Halal bukan hanya label produk tapi juga menjadi gaya hidup warga Jakarta tahun 2020. Impian itu disampaikan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) DKI Jakarta yang terus melakukan sosialisasi sertifikasi halal. Kali ini sosialisasi dilakukan di Aula Graha Mental Spiritual, Jakarta Pusat, Kamis (22/8). “LPPOM punya kewajiban untuk mensosialisasikan…
Hasil Penelitian Kemenag Harus Dipublikasikan
[JAKARTA, MASJIDUNA]–Hasil-hasil penelitian dari para peneliti di lingkungan Balitbang Kementerian Agama harus dipublikasikan, baik yang berupa keluaran maupun penugasan. Sebab hasil penelitian itu bisa digunakan bukan saja di lingkungan Kemenag tapi juga oleh pihak lain. “Semuanya dipublikasikan di web pusat. Karena sekarang memang seperti itu. Sudah ada undang-undang keterbukaannya. Jangan sampai hanya peneliti internal yang…
Penyuluh Agama Islam Diminta Tebar Kedamaian
[JAKARTA, MASJIDUNA] — Penyuluh agama Islam di Indonesia mesti menyebarkan salam kedamaian. Melakukan dakwah Islam di tengah masyarakat melalui cara-cara santun dengan tetap berpegang pada kedamaian dan salam menyejukan. Demikian disampaikan Menteri Agama, Lukman Hakim Saefuddin dalam acara Anugerah Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS Teladan tahun 2019 yang berlangsung di Jakarta, Rabu (21/8) malam….
Kitab Pegon Tetap Diminati
[JAKARTA, MASJIDUNA]–Sebelum aksara latin menjadi kebiasaan sehari-hari, masyarakat nusantara sudah biasa menulis dalam aksara pegon, yaitu bahasa Melayu, Sunda atau Jawa, tapi memakai aksara arab. Tentu saja sudah mengalami beberapa modifikasi. Para ulama tempo dulu menjadikan aksara pegon sebagai satu-satunya media dalam menulis yang disebarkan kepada para santrinya. Maka bermunculanlah kitab-kitab ajaran agama Islam tapi…
