Wamenag Ajak Ormas Islam Program Penguatan Kompetensi Penguatan Penceramah

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menegaskan  tak perlu lagi ada polemik soal penceramah bersertifikat. Sebab program yang dibuat Kementerian Agama adalah penguatan kompetensi penceramah agam. “Kami ingin meluruskan atau mengklarifkasi bahwa nama program ini adalah Penguatan Kompetensi Penceramah Agama,” ujarnya di  Jakarta,  Jumat (18/09).  Memang belakangan terakhir muncul polemik tentang keharusan…

Read More

Sedekah Wifi dari Pojok Belajar Inspirasi

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Suasana pandemi memaksa semua siswa belajar di rumah secara daring. Namun kendala kuota internet atau jaringan wifi seringkali menjadi persoalan yang menganggu. Apalagi bagi warga kurang mampu bahkan yang tinggal di pelosok Prihatin terhadap kelanjutan pendidikan pelajar di tengah pandemi, WIZ (Wadah Inspirasi Zakat) meluncurkan Program Pojok Belajar Inspirasi pada Ahad (13/9) di Desa…

Read More

Mengenang Haji Samanhudi, Pendiri Sarekat Dagang Islam

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Nama Haji Samanhudi sayup-sayup terdengar bila dibandingkan dengan nama-nama besar lain dalam bidang ekonomi Islam. Padahal, jasanya dalam menghimpun dan majukan para saudagara sangat besar. Haji Samanhudi adalah pendiri Sarekat Dagang Islam (SDI) yang menjadi cikal bakal Sarekat Islam (SI), organisasi perjuangan melawan penjajah di bawah HOS Cokroaminoto. Haji Samanhudi yang lahir di Karanganyar,…

Read More

Gibah, Lebih Bahaya dari Zina

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Mempergunjingkan keburukan orang lain, seolah sudah menjadi tabiat manusia. Apalagi di masa sekarang, ketika media sosial sudah menjadi kebutuhan sehar-hari, gibah menjadi tak terpisahkan. Secara bahasa gibah berarti mengumpat, menggunjing atau memfitnah. Rasulullah melarang umatnya melakukan perbuatan tercela ini. “Jauhilah olehmu gibah, sesungguhnya gibah itu lebih berbahaya dari zina.” (HR Ibnu Hibban, Ibnu Abi…

Read More

Pesan Rasulullah: Kendalikan Diri, Jangan Marah

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Orang yang marah-marah tak banyak disukai. Apalagi bila penyabab kemarahan adalah perkara sepele. Lebih disayangkan lagi bila yang marah-marah orang yang punya jabatan tinggi, baik jabatan tinggi atau jabatan keagamaan. Sayangnya, saat ini kemarahan itu seolah menjadi hal yang lumrah diumbar ke publik oleh pejabat. Sebagian bangga dan pendukungnya terus memberi tepuk tangan. Padahal,…

Read More