Mengenal Pemikiran Kyai Achmad Siddiq, Tokoh Asal Jember

Sangat komprehensif membedah pemikiran Kiai Haji Achmad Siddiq dan kaitannya dengan kelembagaan UIN KHAS Jember. [JEMBER, MASJIDUNA] —- Indonesia memiliki banyak pemikir muslim dari sabang sampai merauke. Salah satunya ulama asal Jemebr Jawa Timur, Kyai Haji Achmad Siqqid. Mengenal dan mengulai berbagai pemikirannya tentang visi kebangsaan menjadi hal menarik. Salah satunya dengan buku yang diluncurkan…

Read More

Mengenal Pendekatan Tafsir Kontemporer Ma’na Cum Maghza

Terdapat tiga hal yang perlu digali. [TANGERANG, MASJIDUNA] — Metode tafsir terhadap Al-Quran terus mengalami perkembangan. Salah satunya metode pendekatan tafsir kontemporer Ma’na Cum Maghza (MCM) yang dikenalkan oleh dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sahiron Syamsuddin. PakarHhermeneutik Indonesia itu menerangkan, MCM merupakan racikan sejumlah pemikiran mufassir modern kontemporer sebelumnya. Setidaknya terdapat tiga…

Read More

Ijtima Ulama MUI Bahas Pinjol Sampai Khilafah

[JAKARTA, MASJIDUNA]– Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menggelar Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia, kali ini yang ke-VII yang berlangsung Selasa (9/11) hingga Kamis (11/11) di Hotel Sultan, Jakarta. Kegiatan ini akan membahas berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan dalam perspektif keagamaan. Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh, yang juga Ketua Panitia Ijtima Ulama Komisi…

Read More

Nikah Siri Ditulis di KK, Dekan Syariah UIN Jakarta Sebut Picu Disharmoni

[JAKARTA, MASJIDUNA] – Polemik tentang pernikahan siri dapat ditulis di Kartu Keluarga (KK) menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Ini dipicu dari keberadaan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Peningkatan Cakupan Kepemilkan Akta Kelahiran. Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullh Jakarta, A. Tholabi Kharlie, mengatakan secara substansial dapat menangkap spirit…

Read More

Keistimewaan Kalimat “La Ilaha Illalah”

[JAKARTA, MASJIDUNA]- Kalimat la ilahaillah begitu istimewa bagi seorang muslim. Menurut Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bahauddin Nursalim, Ibnu Qoyyum mengatakan surga dengan super mewah itu dibuat untuk orang yang melafalkan La Ilahaillallah. Sedangkan neraka yang luar biasa sadisnya itu diperuntukkan bagi yang menolak kalimat La Ilahaillallah. Ini sungguh luar biasa…

Read More