Menunjukan muslim Indonesia sebagai pemeluk Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Yakni dengan mengedepankan nilai tasamuh (toleran), tawazun (seimbang/harmoni), tawassuth (moderat), dan ta’adul (keadilan), sangat bisa mempengaruhi potret wajah Islam di mata dunia.
[JAKARTA, MASJIDUNA] — Ketua Majelis Permusyawaratan (MPR) Bambang Soesatyo mendorong langkah Yayasan Inka Nusantara yang berencana membangun Pesantren Nur Inka Nusantara Madani, di Connecticut, Amerika Serikat. Menjadikannya sebagai pesantren pertama di negara Amerika Serikat itu, dibangun di atas lahan seluas 10 hektar lebih.
Dia menilai, Indonesia patut berbangga bisa menyebarkan ajaran Islam secara damai di Amerika Serikat. Setidaknya menunjukan muslim Indonesia sebagai pemeluk Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Yakni dengan mengedepankan nilai tasamuh (toleran), tawazun (seimbang/harmoni), tawassuth (moderat), dan ta’adul (keadilan), sangat bisa mempengaruhi potret wajah Islam di mata dunia.
Menurutnya, berbagai bangunan yang berada di kompleks Pesantren Nur Inka Nusantara Madani didesain oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, serta tim arsitek Urbane Indonesia. Sebagai wujud gotong royong sesama anak bangsa. Biaya pembangunannya berasal dari donasi gotong royong seluruh anak bangsa dan juga para donatur luar negeri lainnya melalui Nusantara Foundation.
“Kehadiran Pesantren Nur Inka Nusantara Madani di Amerika Serikat semakin mempertegas posisi Indonesia sebagai Islam’s Center of Gravity,” ujarnya usai menerima Pengurus Yayasan Inka Nusantara Madani, di bawah kepemimpinan Imam Shamsi Ali di Jakarta, Kamis (18/2/21).
Mantan Ketua DPR periode 2014-2019 itu menyarankan, dengan luasnya lahan komplek pesantren, perlu pula dibangun pusat penjualan berbagai produk asal Indonesia. Mulai kopi, kerajinan tangan, hingga furniture dan perlengkapan fashion. Selain untuk memajukan produk Indonesia di Amerika Serikat, juga menjadi sumber pendapatan ekonomi untuk menunjang kegiatan operasional pesantren.
“Pesantren bisa bekerjasama dengan Kedutaan Besar Indonesia di Amerika Serikat. Karena Presiden Joko Widodo juga sudah menugaskan seluruh duta besar Indonesia, selain memainkan peranan diplomasi kenegaraan, juga berperan sebagai marketing atas berbagai produk asal Indonesia sambil menyebarkan Islam yang damai, rahmatan lil’alamin,” pungkasnya.
[AHR/Foto: Dok. nusantarafoundation.org]
