Siniar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta Rilis Program Fikih Genzi Selama Ramadan

[JAKARTA, MASJIDUNA] – Program Siniar (podcast) Dialektika yang dikelola Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta meluncurkan program spesial edisi ramadan berupa Fikih Genzi (Fikzi), siniar yang membahas seputar hukum Islam yang relevan dengan persoalan generasi Z.

Ketua Project Officer Fikih Genzi Edisi Ramadan Siniar Dialektika Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta Nagieb JIhadil Akbar mengatakan selama ramadan siniar dialektika meluncurkan edisi khusus satu bulan penuh membahas seputar hukum Islam yang relevan dengan generasi Z (Gen-Z).

“Konsepnya membincangkan masalah hukum Islam dengan tema ringan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari Gen Z dengan mengusung tagline “Be Sharia, Stay Relevant”,” ujar Nagieb di Kampus UIN Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Mahasiswa Program Studi Perbandingan Mazhab (PM) ini menuturkan sejumlah tema yang dibahas berdekatan dengan kehidupan Gen Z saat ini. “Membahas hukum Islam dengan tema yang dekat dengan kehidupan Gen Z dan dibahas oleh GenZ, mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum lintas Prodi,” tambah Nagieb.

Dia menuturkan tema-tema yang dibahas tampak sederhana tetapi penting untuk dipahami oleh Gen Z. “Kami ingin menghadirkan pembahasan hukum Islam yang ringan dan relevan seputar kehidupan Gen Z . Makanya kami sebut Fikih Gen Z, hukum Islam yang relevan dengan kehidupan Gen Z,” papar Nagieb.

Sejumlah tema yang dibahas seperti kesehatan mental, hukum bulu kucing, hukum penggunaan artificial intelligence (AI) untuk akademik, salat saat bepergian, membedakan curhat dan ghibah, hukum pay later, nge-gym sesuai syari, selfie dengan filter, hukum skincare dengan kandungan alkohol, sharing akun netflix, fenomena anxiety, hukum giveway, hukum ngonten di tempat ibadah, hingga hukum film horor.

Sementara dalam kesempatan yang sama Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta Prof. Dr, Muhammad Maksum, S.H., M.A., mengapresiasi inisiasi dan inovasi yang dilakukan oleh para mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta. “Kami menyambut positif inisiasi yang dilakukan para mahasiswa melalui siniar Fikih Gen Z edisi ramadan, ini” ucap Prof Maksum.

Menurut dia, perosalan hukum Islam perlu didekatkan dengan kehidupan seputar Gen Z sehingga memiliki pemahaman yang tepat dan benar sesuai dengan tuntutan syariah. “Pesan penting dari program Fikih Gen Z ini, Gen Z tetap bisa relevan mengikuti yang sedang tren, tetapi Gen Z tidak meninggalkan sisi syariahnya,” tandas Maksum. (RAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *