Oleh H Asep Awaludin, M.Pd. (Pengajar Mata Pelajaran PAI/Dosen Ulumul Hadits di Wonogiri Jawa Tengah)
[JAKARTA, MASJIDUNA] – Setiap anak yang baru lahir Islam memerintahkan untuk dilaksanakan penyembelihan hewan ternak yang lazim disebut aqiqah. Lalu apa maka dan hikmah dari tuntutan aqiqah ini?
Rosulullah SAW Menjelaskan aahwa aqiqoh bermakna syafaat Anak bagi orang tuanya.
َوَعَنْ سَمُرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( كُلُّ غُلَامٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ, تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ, وَيُحْلَقُ, وَيُسَمَّى ) رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيّ
Dari Samurah RA bahwa Rasulullah Shallallaahu `alaihi wa Sallam bersabda: “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya; ia disembelih hari ketujuh (dari kelahirannya), dicukur, dan diberi nama” Riwayat Ahmad dan Imam Empat. Hadits shahih menurut Tirmidzi.
Pesan:
Apakah makna tergadaikan dalam hadits Nabi Saw di atas? Benar, tergadaikan menurut pendapat ulama dimaknai dengan si anak belum dapat memberikan syafaat kepada orang tuanya apabila si anak meninggal masih bayi.
Anak yang di’aqiqohi dapat dimaknai dengan memberikan mandat kepada si anak untuk memberikan syafa’at kelak kepada orang tuanya. Pendapat lain mengatakan aqiqah bertujuan agar fisik dan akhlak si anak tumbuh dengan baik dan juga bermakna membebaskan anak dari kekangan syetan.
Penjelasan lebih lengkapnya adalah sebagai berikut: Pendapat Pertama, syafaat yang diberikan anak kepada orang tua tergadaikan dengan aqiqahnya. Artinya, jika anak tersebut meninggal sebelum baligh dan belum diaqiqahi maka orang tua tidak mendapatkan syafaat anaknya di hari kiamat.
Pendapat ini diriwayatkan dari Atha al-Khurasani – ulama tabi’in – dan Imam Ahmad. Al-Khithabi menyebutkan keterangan Imam Ahmad. قال أحمد : هذا في الشفاعة يريد أنه إن لم يعق عنه فمات طفلاً لم يُشفع في والديه Menurut Imam Ahmad, hadits ini berbicara mengenai syafaat. Beliau maksudkan, bahwa ketika anak tidak di’aqiqahi, kemudian dia meninggal masih bayi, tidak bisa memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya. (Ma’alim as-Sunan, 4/285).
Semetara keterangan dari Atha’ al-Khurasani diriwayatkan al-Baihaqi dari jalur Yahya bin Hamzah, bahwa beliau pernah bertanya kepada Atha’, tentang makna ‘Anak tergadaikan dengan aqiqahnya.’ Jawab Atha’, يحرم شفاعة ولده “Dia (ortu) tidak bisa mendapatkan syafaat anaknya.” (Sunan al-Kubro, al-Baihaqi, 9/299)
Pendapat Kedua, keselamatan anak dari setiap bahaya itu tergadaikan dengan aqiqahnya. Jika diberi aqiqah maka diharapkan anak akan mendapatkan keselamatan dari mara bahaya kehidupan. Atau orang tua tidak bisa secara sempurna mendapatkan kenikmatan dari keberadaan anaknya. Ini merupakan keterangan Mula Ali Qori (ulama madzhab hanafi). Beliau mengatakan, مرهون بعقيقته يعني أنه محبوس سلامته عن الآفات بها أو أنه كالشيء المرهون لا يتم الاستمتاع به دون أن يقابل بها لأنه نعمة من الله على والديه فلا بد لهما من الشكر عليه Tergadaikan dengan aqiqahnya, artinya jaminan keselamatan untuknya dari segala bahaya, tertahan dengan aqiqahnya. Atau si anak seperti sesuatu yang tergadai, tidak bisa dinikmati secara sempurna, tanpa ditebus dengan aqiqah. Karena anak merupakan nikmat dari Allah bagi orang tuanya, sehingga keduanya harus bersyukur. (Mirqah al-Mafatih, 12/412)
Pendapat Ketiga, Allah jadikan aqiqah bagi bayi sebagai sarana untuk membebaskan bayi dari kekangan setan. Karena setiap bayi yang lahir akan diikuti setan dan dihalangi untuk melakukan usaha kebaikan bagi akhiratnya. Dengannya, aqiqah menjadi sebab yang membebaskan bayi dari kekangan setan dan bala tentaranya.
Inilah indahnya ajaran Islam, selalu memberikan penjelasan secara lengkap tentang motivasi menjalankan anjuran mengaqiqohi anak yang baru lahir, yaitu sebagai perwujudan rasa syukur dan memberikan dorongan untuk mendo’akan si anak supaya tumbuh dan berkembang menjadi anak yang sholih terbebas dari gangguan syetan.
Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan hidayah dan inayah-Nya kepada kita, keluarga kita, anak keturunan kita dan muslimin semuanya untuk dapat memahami hikmah aqiqoh untuk anak keturunan kita, aamiin ya robbal’aalamiin.
[RAN/Foto: aqiqahnurulhayat.com]
