Connect with us

Hikmah

Sahabat dan Kesombonganku

Oleh Noryamin Aini (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta)

[JAKARTA, MASJIDUNA] – “Hanya kesombongan yang membuat kita merasa pintar; bukan hakikat kepintaran itu sendiri”. 

Kalimat ini sering mengusik qalbuku. Ia adalah tazkirah bahwa saya, mungkin juga sahabat-sahabat baikku,  bukan siapa-siapa. Karenanya, tidak ada kelebihan yang pantas untuk disebut apalagi dibanggakan. Kesombongan akan melahirkan jiwa anti kritik.

Sahabat!

Kita tidak bisa memaksa orang lain untuk menghargai karya-karya kita, termasuk klaim, pengakuan diri tentang kebenaran dan kelebihan kita. Karenanya, alangkah indahnya, jika kritik orang lain sebagai penanda bahwa kita memang tidak sempurna; kita memang tidak sebaik seperti dalam klaim kesombongan yang sering membisik di qalbu kita.

Kritik orang terhadap kita adalah penanda bahwa dia masih peduli terhadap kebaikan dan kesinambungan kemuliaan kita. Untuk memutus rantai kesinambungan keburukan, dan menaikkan kadar kebaikan, kita memerlukan catatan dan kritik dari orang lain.

Dalam kelenturan bahasa sosial, “diam dan pembiaran terhadap kesalahan-keburukan adalah satu bentuk restu sosial yang membuat kesalahan dan keburukan tersebut akan terus berulang, dan akhirnya, ia menjadi tolok ukur kebenaran dan kesopanan.” Kekhilafan, kelatahan dan kesalahan kita bisa menjadi preseden (contoh yang diteladani, walaupun buruk) jika kesalahan itu terus dibiarkan.

Sahabat!

Selamat mencari dan terus berharap sentuhan kritik dari mereka yang tidak menyukai kita, agar kita mengerti keberadaan kita di mata manusia untuk menapaki tangga kemuliaan dalam berkah dan ridlo Allah.

صديقك من أبكاك وبكى عليك وليس من أضحكك وضحك عليك

Temanmu (shodīq, bhs arab = sosok yang setia bersamamu dalam kebenaran ) adalah profil karib yang membuatmu menangis dan menangisimu karena empati padamu; dia bukanlah teman baikmu, yaitu orang yang membuatmu melambung tertawa lupa diri, dan dia tertawa girang karena petaka yang menimpamu

[RAN/Net]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Hikmah