Connect with us

Khazanah

Pencinta Seni Kaligrafi di Era Milenial Menurun

[JAKARTA, MASJIDUNA]— Bagi Anda yang memiliki pajangan bertulisan Arab indah atau biasa disebut kaligrafi, menambah rumah semakin hangat. Apalagi tulisan Arab bertuliskan sebuah ayat dalam Alquran. Terlepas itu, pencinta atau peminat kaligrafi Arab sejatinya mengalami pasang surut.

Di era milenial, seni kaligafi sepi peminat. Padahal kaligrafi merupakan warisan seni yang paling dihargai sepanjang zaman. Boleh jadi, kaligrafi tak lekang oleh waktu. Lagi-lagi, seni kaligrafi di era digital seolah dilupakan. Pendek kata, seni kaligrafi seolah tak mampu mengimbangi derasnya kemajuan seni modern lainnya, bahkan post modern.

Seniman kaligrafi yang juga seorang ulama, KH D Zawawi Imron menyayangkan sepinya peminat terhadap seni kaligrafi. Padahal sebelumnya banyak seniman kaligrafi tradisional maupun modern mampu menghasilkan karya luar biasa. Sayangnya, tak diimbangi dengan peminat seni kaligrafi Islam itu sendiri, khususnya dari kalangan milenial.

Dia menengarai pasca generasi kaligrafer sekaliber Ahmad Sadali, Amang Rahman Jubair, banyak bermunculan pelukis dan karya kaligrafi yang bagus-bagus. Tetapi tak banyak masyarakat yang mengapresiasi.

Di kalangan masyarakat Arab, keberadaan kaligrafi menjadi perhatian serius pemerintah. Terutama para pemangku kepentingan, para ahli dan mereka yang terlibat dalam masalah budaya, pendidikan dan sains, yang tertarik pada warisan manusia dan kebudayaan Arab. Setidaknya agar seni kaligrafi Arab tak lekang di makan zaman.

Kementerian Kebudayaan Arab Saudi berencana mendaftarkannya sebagai Warisan Budaya Takbenda ke UNESCO. Sedikitnya 16 negara Arab yang tergabung dalam Arab League Educational, Cultural and Scientific Organization (ALECSO), mendukung rencana tersebut.

Selain rencana pendaftaran Kaligrafi Arab ke UNESCO, pemerintah Arab Saudi juga telah mencanangkan bahwa tahun 2020 sebagai ‘Tahun Kaligrafi Arab’. Betapa serius upaya Masyarakat Arab dalam menjaga keberadaan warisan budaya. Tak saja masyarakat Arab tapi juga masyarakat Islam dunia.

Sejatinya, seni kaligrafi  harus mampu menjawab tantangan era milenial. Dengan begitu seni kaligrafi dapat terus digemari dan dicintai oleh masyarakat modern. Sebab, seni kaligrafi merupakan seni yang penuh dengan nilai-nilai, yang erat hubungannya dengan Sang Pencipta.

[AHR/Jatman/ ilustrasi: goodnewsfromindonesia.id]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Khazanah