Connect with us

Ormas

Muhammadiyah Penyeimbang Menjawab Tantangan Kontemporer

Pemahaman dan pendalaman tentang Manhaj Tarjih Muhammadiyah amatlah diperlukan. Setidaknya dalam menyusun kerangkan berpikir sesuai  dengan Al-Quran dan Assunah.

[YOGYAKARTA,  MASJIDUNA] — Perkembangan kehidupan kontemporer sedemikian cepat pergeraknnya. Sementara munculnya era teknologi dan informasi menambah ragam persoalan yang perlu ditelisik lebih dalam dari sudut pandang agama.  Karenanya, Muhamamdiyah mesti menjadi penyeimbang dalam menjawab berbagai tantangan.


Demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Fahmi Muqoddas dalam sambutannya  membuka kegiatan Sekolah Tarjih Muhammadiyah secara resmi di Kompleks Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan pada Selasa (16/11/2021).

“Banyak nilai kehidupan yang bergeser. Karenanya, Muhammadiyah sebagai gerakan Islam amar ma’ruf nahi mungkar dan tajdid harus menjadi penyeimbang untuk menjawab tantangan kontemporer,” ujarnya.

Ketua Pusat Tarjih Muhammadiyah Universitas Ahmad Dahlan, Budi Jaya Putra  menambahkan, Muhammadiyah memiliki Majelis Tarjih dan Tajdid sebagai think tank yang berperan sebagai katalisator gerak pembaruan Persyarikatan. Itu sebabnya, pemahaman dan pendalaman tentang Manhaj Tarjih Muhammadiyah amatlah diperlukan. Setidaknya dalam menyusun kerangkan berpikir sesuai  dengan Al-Quran dan Assunah.

“Maka dari itu kami menyelenggarakan Sekolah Tarjih agar mendapat pemahaman yang mendalam soal ketarjihan ini,” kata Budi.

Wakil Rektor Wakil Rektor Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Ahmad Dahlan Parjiman berpendapat,  pentingnya Majelis Tarjih haruslah dibarengi dengan kualitas ulama yang ada di dalamnya. Pelaksanaan Sekolah Tarjih, setidaknya menjadi upaya peningkatan kualitas kader ulama-ulama Muhammadiyah.

Dia berharap dengan Sekolah Tarjih bakal melahirkan ulama-ulama yang mampu  menjawab tantangan kontemporer, memahamkan masyarakat akan konsekuensi dari perbuatan takhayul, bidah, khurafat. “Dan tentu saja membawa kemasalahatan di dunia dan akhirat,” pungkasnya.

[AHR/Muhammadiyah/Foto:pwmu]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ormas