Connect with us

Ekonomi Islam

Empat Strategi Pemerintah Dorong UMK Halal

Bakal optimis bila implementasi strategi-strategi tersebut terus disinergikan dan diperkuat, bakalan banyak produk UMK halal nasional yang mampu menembus pasar ekspor.

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Indonesia diyakini mampu memulihkan dan memperkuat kondisi perekonomian nasional. Yakni bertumpu pada usaha mikro dan kecil (UMK). Pemerintah pun  berkomitmen mewujudkan Indonesia sebagai pusat produsen halal terkemuka di dunia. Karenanya, diperlukan langkah-langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan UMK halal berkelanjutan.

Wakil Presiden Maruf Amin menerangkan ada empat strategi yang dapat digunakan dalam mendorong UMK halal. Pertama, mendorong terbentuknya Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) di seluruh provinsi. Menurutnya, KDEKS sudah terbentuk di Provinsi Sumatra Barat. Bahkan bakal  disusul Provinsi Riau, Jawa Barat, dan lainnya.

Kedua, menyempurnakan bisnis proses sertifikasi halal. Termasuk upaya percepatan pencapaian target fasilitasi 10 juta produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) halal. Dia pun meminta pelaku UMMK turuut aktif  berpartisipasi mendaftarkan produk-produk unggulannya agar dapat tersertifikasi halal. Dengan begit nantinya semakin meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk UMK.

“Hadirnya label halal ini turut memperkuat jaminan mutu produk, yaitu aman, higienis, dan sesuai dengan syariat,” ujarnya saat  menutup acara Festival Syawal 1443 H secara daring, Kamis (9/6/2022).

Ketiga, pembentukan kawasan industri halal (KIH) sebagai strategi penguatan rantai nilai halal. Dia menilai, pemerintah memiliki pekerjaan rumah dalam mengoptimalkan KIH yang ada. Karenanya, UMK halal diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas yang ada.

Ke empat, terus  mengakselerasi ekosistem industri halal dalam negeri. Menurutnya dengan adanya ekosistem industri halal yang kuat, setidkanya dapat memperkuat kapasitas dan kualitas industri produk halal. Wapres optimis bila implementasi strategi-strategi tersebut terus disinergikan dan diperkuat, bakalan banyak produk UMK halal nasional yang mampu menembus pasar ekspor.

“Pemerintah, melalui Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, akan terus mendorong konsolidasi berbagai program fasilitasi di kementerian dan lembaga terkait, untuk memberikan kemudahan dalam hal pengembangan kapasitas UMK, legalitas perizinan, akses pembiayaan, maupun perluasan akses pasar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama LPPOM MUI Muti Arintawati menyampaikan gambaran tentang Festival Syawal yang telah digagas pada 2021 sebagai bentuk komitmen LPPOM MUI untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan jumlah produksi produk halal Indonesia agar berdaya saing global.

Baginya,  Festival Syawal pada 2022 difokuskan pada pelatihan bagi komunitas, penggiat, dan influencer halal demi memberikan pengetahuan tentang persyaratan kehalalan dan juga proses sertifikasi halal kepada UMK yang ada di Indonesia.

“Sertifikat halal tentunya bukan sekedar selembar kertas pemenuhan regulasi, tetapi adalah bentuk komitmen dari pelaku usaha untuk bisa terus melakukan proses produksi halal. Tidak sekedar agar memenuhi regulasi, tetapi yang penting adalah bisa memenuhi hak konsumen Indonesia untuk mendapatkan produk yang terjamin kehalalannya,” katanya.

[AHR/Foto: Setwapres]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi Islam