Connect with us

Khazanah

Apa Arti “Jumat Barokah” Tanpa Ibadah?

[JAKARTA, MASJIDUNA]— Bagi masyarakat Indonesia secara umum, hari Jumat punya makna istimewa. Bukan saja karena pada hari tersebut umat Islam melaksanakan sembahyang Jumat, namun sering juga dipercaya memiliki beberapa keutamaan. Dari sanalah muncul istilah “Jumat Berkah” yang kemudian disebarkan melalui berbagai media, wabil khusus media sosial. Makna “Jumat Berkah” berkonotasi positif memberikan tambahan energi untuk semakin meningkatan ibadah.

Namun, sebelum dikenal istilah “Jumat Berkah”, masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa mengenal “Jumat Kliwon” yang bermakna mistis atau seram. Ya, di malam Jumat Kliwon itu, ada yang percaya berbagai makhluk halus menampakkan diri atau datang ke rumah-rumah. Dulu, di malam “Jumat Kliwon” itulah berbagai sesajen disajikan bagi arwah leluhur. Sebuah kepercayaan sinkrestisme yang kini sudah terkikis.

Hari Jumat pun bermakna penegakkan hukum, ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sering mengumumkan tersangka dugaan korupsi di hari Jumat sehingga dikenal dengan sebutan “Jumat keramat”.

Berbagai sebutan yang disematkan pada hari Jumat menunjukkan bahwa hari tersebut memang istimewa. Namun, keistimewaan tersebut haruslah tetap berpegang pada hadits Rasululah yang memberikan tuntutan. Salah satunya, hadits yang sudah terkenal berbunyi:

(Siang) hari Jum’at itu dua belas jam. Tidaklah didapati seorang hamba muslim pada saat-saat ini meminta sesuatu kepada Allah, melainkan Allah akan memberinya. Maka carilah pada akhir saat-saat tersebut setelah Ashar”.

Pada hadits lain disebutkan bahwa di hari Jumat Nabi Adam diciptakan dan diwafatkan. Dan pada hari Jumat pula kiamat akan terjadi.

Dari berbagai keistimewan itulah, seringkali masyarakat Muslim di Indonesia memperbanyak amalan seperti mengaji (membaca Surat Al-Kahfi ata Surat Yasin) dan bersedekah.

Nah, alangkah ruginya bila hari yang penuh keberkahan ini justeru berlalu begitu saja.Bahkan sampai-sampai, ketika sholat Jumat dan mendengarkan khutbah dilarang berbicara. Hal itu demi menjaga kekhusyuan Jumat. Jadi, “Jumat berkah” menjadi bermakna ketika diisi dengan ibadah. Selamat meraih keberkahan.

(IMF/foto:kapanlagi.plus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Khazanah