Connect with us

Ekonomi Islam

Yuk Ikut Pameran Produk Muslim, Kemenperin Sediakan 160 Stand Gratis

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Kementerian Perindustrian bakal mendukung penuh  pelaku industri kecil menengah (IKM) dalam ajang Indonesia Industrial Moslem Exhibition (ii-Motion). Perhelatan yang bakal digelar pada 17-19 Juli 2020 di Jakarta Convention Center (JCC) itu menyediakan 160 stan gratis.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Rabu (11/3). “Perkembangan produk muslim di Indonesia sudah terus meningkat sehingga dibutuhkan wadah berupa event internasional agar produk fesyen muslim atau produk halal yang diproduksi oleh industri dalam negeri semakin dikenal di mata dunia,” ujarnya sebagaimana dikutip MASJIDUNA dari laman Antara.

Dia berharap melalui pameran berskala internasional  itu  dapat mendorong pertumbuhan industri yang menghasilkan produk muslim di seluruh wilayah Indonesia. Termasuk bagi sektor industri kecil dan menengah (IKM). Menurutnya, kegiatan ii-Motion merupakan pameran yang menampilkan potret industri terkait dengan halal lifestyle di Indonesia.

Meliputi komoditas fesyen, kosmetik, perhiasan, aksesoris, makanan dan minuman, serta platform digital yang mendukung industri halal dan ekonomi syariah. Dia berharap  melalui berbagai produsen produk muslim yang ada di Indonesia dapat terlibat, sehingga mereka dapat memanfaatkan untuk pengembangan usahanya.

Peluang itu misalnya bertemu dengan pembeli potensial dari mancanegara, perluasan akses pasar ekspor, dan peningkatan penjualan produk mereka. “Dengan adanya pertemuan antara buyer dengan produsen, kami harapkan akan terjadi proses jual beli baik di tempat tersebut ataupun usai gelaran ii-Motion agar para pelaku IKM tersebut dapat naik kelas dan dapat meningkatkan keuntungan,” katanya.

Bagi pelaku industri yang minat berpartisipasi pada ajang ii-Motion, Ditjen IKMA menyediakan 160 stan pameran secara gratis bagi mereka yang lolos melalui proses kurasi. Proses kurasi sedang dilakukan hingga berakhir pada tanggal 19 April 2020.

Gati pun menyampaikan produk fesyen muslim mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap capaian total ekspor produk fesyen nasional yang sampai September 2019 nilainya menembus 9,2 miliar dolar AS. Jumlah tersebut menyumbang sebesar 9,8 persen dari total ekspor industri pengolahan.

Sementara itu, untuk pasar domestik, konsumsi produk fesyen muslim mencapai 20 miliar dolar AS dengan laju pertumbuhan rata-rata 18,2 persen. “Besarnya peluang pasar ini tentunya harus dimanfaatkan oleh industri fesyen Tanah Air,” pungkasnya.

[AHR/Antara/ilustrasi]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi Islam