Connect with us

Ekonomi Islam

Tiga Faktor Bangkitkan Ekonomi Umat Ala Yusuf Mansyur

[JAKARTA, MASJIDUNA] —- Ekonomi masyarakat di tengah kondisi perekokomian negara yang terseok-seok diharapkan dapat terus bangkit secara perlahan namun pasti. Setidaknya terdapat tiga faktor yang perlu dilakukan umat agar seseorang atau organisasi kemasyarakatan agama seperti Nahdlatul Ulama.

Demikian disampaikan dai yang juga pengusaha, Ustad Yusuf Masyur saat mengisi materi di Madrasah Kader NU (MKNU) LP Ma’arif NU di Hotel Bintang, Jakarta Pusat, Jum’at (11/10). Baginya, masyarakat amatlah mungkin mengusai beberapa sektor usaha yang dapat menghasilkan keuntungan besar. “Tapi kalau ada kemauan  untuk terjun ke dunia usaha,” ujarnya.

Dia membeberkan tiga faktor tersebut. Pertama, penyatuan pengelolaan keuanga. Artinya, kata Yusuf, pengelolaan keuangan dilakukan secara kolektif bersama masyarakat lain. Kedua, penyatuan kegiatan transaksi yakni memposisikan diri kita sebagai pelaku dan pengguna dari usaha yang dimiliki. Ketiga, investasi, uang yang dimiliki harus digerakkan agar berputar dan menghasilkan banyak keuntungan. 

Dia yakin bila ketiga faktor itu dijalankan dapat membangkitkan ekonomi umat secara perlahan. Misalnya dana dari masing-masing personal disatukan untuk diinvestasikan dan membeli sebuah entitas usaha.

“Kemarin kami baru saja membeli BNI Syariah nilainya 1,5 triliun. Itu karena ada penyatuan pengelola keuangan, apalagi NU yang jumlahnya sangat banyak, apakah mungkin?, sangat mungkin,” ujarnya.

Dia menilai, Nahdlatul Ulama sebagai organisasi terbesar di tanah air memiliki jamaah yang amat banyak. Sehingga menjadi kekuatan besar yang berpotensi melahirkan kuatnya ekonomi. Karena itulah perlunya  pihak yang menyatukan kekuatan tersebut. 

Baginya, investasi menjadi peluang besar masyarakat untuk mengembangkan perekonomian kelompok maupun pribadi. Investasi pun tak harus dilakukan sendiri. “Tapi  bisa dilakukan secara kolektif,” pungkasnya.

[KZL/NU/Foto:wartaekonomi]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi Islam