Connect with us

Khazanah

Tiga Cara Menguasai Diri yang Efektif

[JAKARTA, MASJIDUNA]–-Banyak diberitakan tentang orang-orang yang menderita sakit mental. Mulai dari stres, depresi, hingga bunuh diri. Perubahan gaya hidup, persaingan, kondisi alam banyak mempengaruhi kondisi fisik dan mental manusia.

Tapi Islam yang merupakan ajarana sempurna, penuh dengan petunjuk-petunjuk hidup yang mudah diaplikasikan.

Salah satunya teknik menguasai diri yang diajarkan Rasulullah seperti termaktub dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radyalahu anhu. Nabi bersabda kepada para sahabatnya: “Sukakah kamu aku ajarkan suatu amal yang dapat menghapus segala dosa dan sekaligus mengangkat derajat? Tentu, ya Rasulullah,” jawab para sahabat.

Rasululah lalu berkata, “menyempurnakan wudhu di saat segan, memperbanyak langkah ke masjid dan menunggu waktu salat. Itulah cara menguasai diri yang efektif,” kata Rasululah.

Dari hadits tersebut, ada tiga contoh perilaku yang dianjurkan yaitu, pertama mengambil air wudhu saat kita berada dalam kondisi segan, malas atau tak bergairah. Kedua, memperbanyak langkah ke masjid untuk salat jamaah dan ikut pengajian. Ketiga, menunggu datangnya waktu salat.

Berwudhu adalah cara yang dianjurkan ketika hati manusia dilanda marah dan galau. Air wuhdu akan membasuhnya sebab diiringi dengan doa.

Sementara memperbanyak langkah ke masjid karena akan bertemu di rumah Allah bersama orang-orang soleh. Di masjid tempat orang salat, berzikir dan mencari ilmu. Dan ketiga menunggu datangnya waktu salat. Menunggu datangnya waktu salat bukan seperti menunggu yang tak pasti atau seperti menunggu seseorang yang datang sambil berkhayal.

Makna “menunggu datangnya waktu shalat” mengisinya dengan bekerja, berdzikir atau beribadah. Makna “menunggu” di sana juga berarti tidak akan berbuat maksiat antara satu waktu salat dengan waktu salat berikutnya. Bila makna “menunggu datangnya salat” diperluas maka selama hidupnya seorang muslim berada dalam kondisi berwudhu (bersih), berzikir dan senantias bersiap menemui panggilan Allah.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Khazanah